oleh

Demonstrasi Menuntut Pj Bupati Tapteng Dicopot Kembali Berlangsung

Rakyatsumut.com, Rangkaian aksi-aksi demonstrasi mewarnai kabupaten Tapanuli Tengah beberapa pekan terakhir. Rangkaian aksi tersebut datang dari dua kubu berbeda.
Setelah sebelumnya seribuan masyarakat dari kecamatan dan desa berdemonstrasi menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Pj Bupati Elfin Ilyas Nainggolan, teranyar, demonstrasi mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah, kemarin Senin (22/5/2023) di depan kantor DPRD Tapteng, jalan R Junjungan Lubis, Kecamatan Pandan.
Aksi ini tercatat yang kedua kali, setelah aksi pertama dua pekan lalu walau saat itu aksi akhirnya urung mencapai titik aksi karena berhadapan dengan massa yang berbeda.
Aksi kali ini, menggunakan belasan kendaraan bermotor para demonstran membawa 2 unit pengeras suara dan sejumlah perangkat aksi berupa tulisan-tulisan berisi tuntutan. Salah satunya berisi tuntutan pencopotan Elfin Ilyas Nainggolan dari jabatannya sebagai Pj Bupati Tapanuli Tengah.
“Kedatangan kita atas evaluasi kinerja pj bupati, kita tidak suka dengan cara dia memimpin Tapanul Tengah. Bukan hanya soal evaluasi kepada pj, tapi juga kepada DPRD,” teriak orator aksi Dennis Simalango.
Selain orasi-orasi dari para orator, terlihat juga sejumlah warga dari beberapa desa yang diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya. Mulai dari persoalan pengurusan KTP, upah buruh hingga konflik tanah.
Terpantau, tidak ada anggota DPRD Tapanuli Tengah yang datang menemui dan menerima aspirasi demonstran. Perwakilan massa sempat masuk ke gedung DPRD untuk memastikan keberadaan anggota dewan, namun tidak bertemu.
“Kami menduga anggota DPRD tidak lagi berpihak kepada rakyat, karena terbukti tidak satupun anggota DPRD yang menemui rakyat,” kata orator aksi, Raju Firmanda Hutagalung.
Aksi masyarakat tersebut terpantau 3 kali nyaris chaos. Pertama, saat seorang pemuda mengenakan kemeja batik yang diduga bukan merupakan peserta aksi. Pemuda itu akhirnya diminta keluar dari lingkaran massa dan sempat terjadi adu mulut.
Kedua, saat massa terlibat aksi dorong gerbang gedung DPRD dengan petugas satpol PP. Namun situasi dapat dikendalikan.
Ketiga, saat adanya informasi yang mengabarkan Sekretaris Dewan berada di kantor Dispenda. Informasi tersebut menyulut massa mendatangi kantor tersebut. Sejumlah petugas satpol PP pun terlihat berjaga-jaga. Situasi sempat menegang, saat demonstran mengaku diteriaki kata-kata kotor yang diduga dari para petugas Satpol PP.
Namun, ketegangan akhirnya dapat diredam. Sejumlah personel polisi dibantu para pimpinan aksi massa mendatangi massa dan meminta untuk mundur.
“Kami bukan anj**g, kami datang baik-baik dan kami bukan anj**g, yang meneriaki dia lebih hina dari anj**g,” teriak orator aksi Dennis Simalango.
Sekitar pukul 16:45 WIB, demonstran akhirnya membacakan tuntutan aksinya melalui orator Raju Firmanda Hutagalung.
“Copot PJ Bupati Tapteng, wujudkan kesejahteraan kepada buruh, petani dan nelayan, penyelesaian kebijakan yang tumpang tindih dalam pengurusan administrasi kependudukan, tangkap pelaku illegal fishing di Tapanuli Tengah,” kata Raju membacakan tuntutan massa.
Amatan di lokasi, aksi tersebut dijaga ketat personel kepolisian. Tidak saja oleh personel Polres Tapanuli Tengah, Kapolres Sibolga dan sejumlah personel Brimob juga terlihat berjaga-jaga.
Aksi tersebut akhirnya selesai digelar, para demonstran terlihat membubarkan diri setelah sebelumnya sejumlah peserta aksi menyapu dan membersihkan sampah dari jalan sisa aksi.
Editor: Ucis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed