oleh

KKP2B Evakuasi Bangkai Penyu di Perairan Bandang Tapteng

Rakyatsumut.com, Kelompok Konservasi Penyu Pantai Bandang (KKP2B) yang merupakan dampingan Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab) mengevakuasi bangkai seekor Penyu yang mati mengambang di perairan Pantai Bandang, Desa Rawa Makmur, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (28/2/2022).

Ronaldo Simare-mare, Bidang Monitoring KKP2B mengatakan, bangkai Penyu itu ditemukan berjarak 200 meter dari Pusat Konservasi KKP2B.

“Kemarin malam kita dapat informasi ada Penyu mengambang di laut berjarak satu kilometer dari Pusat Konservasi, karena sudah malam, kita putuskan melakukan pencarian di siang hari, dan akhirnya berhasil menemukan bangkai itu,” kata Ronal.

Bangkai Penyu yang ditemukan KKP2B di perairan Bandang, Desa Rawa Makmur. Foto: Damai Mendrofa
Bangkai Penyu yang ditemukan KKP2B di perairan Bandang, Desa Rawa Makmur. Foto: Damai Mendrofa

Dikatakan, kondisi Penyu saat ditemukan sudah membusuk dengan bagian Karapas atas terbelah, kepala pecah dan kedua tungkai belakang nyaris terlepas.

“Identifikasi yang kita lakukan, kita duga Penyu mengalami kekerasan, praduganya sengaja dibunuh dan karapasnya dibelah menggunakan alat tajam, terlihat belahan di karapas rapi, ya seperti terkena parang,” jelas Ronal.

Sementara itu, Jasman J Mendrofa, bidang SDM KKP2B menambahkan, usai ditemukan dan diidentifikasi, Penyu itu berjenis Penyu Hijau dan diduga berjenis kelamin jantan.

“Perkiraan bobot sekitar 40 ke 50 kilogram, panjang 51 centimeter,” katanya.

Dia menambahkan, usai dilakukan identifikasi dan pencatatan sesuai form yang telah disiapkan, pihaknya melakukan evakuasi dan menguburkan bangkai tak jauh dari pusat konservasi.

“Bangkai kita tanam dan sudah kita beri penanda sesuai SOP yang kita tetapkan,” katanya.

Bangkai Penyu yang ditemukan KKP2B di perairan Bandang, Desa Rawa Makmur. Foto: Damai Mendrofa
Bangkai Penyu yang ditemukan KKP2B di perairan Bandang, Desa Rawa Makmur. Foto: Damai Mendrofa

Sementara itu, Bendahara Yamantab Dian Iradhani Pribadi menuturkan, atas temuan tersebut pihaknya mengimbau agar tak lagi terjadi kekerasan terhadap mamalia dilindungi itu.

“Perairan Tapteng kan memang menjadi habitat Penyu, dimana saja, kapan saja, tanpa diduga bisa bertemu dengan Penyu,” kata Dian.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya berharap baik nelayan atau warga yang bertemu Penyu atau mengetahui keberadaan telur penyu untuk tidak mengganggu, menangkap atau memperjualbelikannya.

“Karena keberadaan Penyu di Tapteng tentu menjadi aset berharga yang harus kita jaga dan rawat, itu juga visi besar hadirnya KKP2B yang kita dampingi bersama Desa Rawa Makmur. Kami mengajak ayo selamatkan penyu demi anak cucu,” tutup Dian.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed