oleh

Ketika BOD Agincourt Resources Memotivasi Penerima Beasiswa Martabe Prestasi di ‘Vitamin’

Rakyatsumut.com, Rangkaian program Vitamin PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe kembali digelar. Kali ini dalam episode ke empat Spesial Sumpah Pemuda yang digelar secara daring dalam Bincang-bincang bersama Board of Director (BOD) bertajuk Yang Muda Yang Berprestasi, Kamis (28/10/2021).

Dimoderatori Tia Manurung dari Corcoms PT Agincourt Resources, bincang-bincang itu berjalan dalam nuansa penuh semangat dan visioner. Jajaran Direksi yang hadir silih berganti memberi pandangan bagaimana meraih sukses dan pencapaian karir yang gemilang.

“Kita percaya adik adik akan meggapai cita citanya, baik SD, SMP, SMA dan bangku kuliah, Martabe akan terus mendukung, kalau ada tantangan silahkan ngomong ke Agincourt, agar adik-adik dapat terus belajar dan berprestasi,” ujar General Manager Operation PT Agincourt Resources Rahmat Lubis dalam sambutannya.

Dikatakan, Beasiswa Martabe Prestasi yang sudah digulirkan sejak 2017 diharapkan dapat dimanfaatkan lebih baik para penerima untuk menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Tambang Emas Martabe sendiri, kata Rahmat akan selalu terbuka jika para penerima kedepan ingin bekerja di perusahaan tersebut.

Sementara saat diminta menuturkan kisah perjuangannya di masa menjalani pendidikan, Rahmat mengungkap bagaimana jenjang demi jenjang pendidikan ia raih dengan dukungan beasiswa. Rahmat mengaku terlahir dari keluarga sederhana namun dianugerahi kemampuan yang unggul di bidang pendidikan. Berbagai beasiswa pun ia dapatkan hingga tingkat perguruan tinggi di ITB.

“Keluarga saya petani, tapi Alhamdulillah saya dikaruniai Allah kemudahan dalam belajar, saya senang belajar, dan saya tidak pernah merasakan ranking dua karena sejak kelas 1 SD saya ranking satu,” bebernya.

“Pesan saya, kalau kita semangat belajar tidak ada yang susah. tidak ada alasan kita dari keluarga yang susah, keluarga saya juga petani, dan harus saya bilang kalau tidak dari program beasiswa, hari ini mungkin saya juga akan manderes karet mengikuti orangtua saya,” tukas Rahmat.

Testimoni Penerima Beasiswa

 Bincang-bincang tersebut juga menghadirkan Selvi Rida Helvina, Penerima Beasiswa Martabe Prestasi 2017 yang kini telah sukses bekerja di PT Pahala Bahari Nusantara. Selvi menuturkan apa yang ia dapatkan saat ini bukan perkara mudah. Namun berkat program beasiswa dari Martabe, ia akhirnya dapat meniti pendidikan dan menyelesaikannya.

“Sebelum di titik ini saya bukanlah siapa siapa. Kalau dipikir pikir enaklah sekarang sudah bekerja, tapi tidak semudah itu. Satu poin penting bisa melanjutkan pendidikan saya adalah program Martabe Prestasi,” kata Selvi.

Selvi menyebut keputusannya melanjutkan studi di perguruan tinggi merupakan keputusan nekat. Pasalnya saat itu orangtuanya sedang sakit. Keputusan nekat itu menyusul jurusan yang ia pilih, yakni Teknik Kimia Industri yang memang membutuhkan pasokan pembiayaan yang tidak sedikit.

“Taulah bagaimana biaya di (jurusan) Teknik, tapi dengan Beasiswa Martabe Prestasi itu sangat membantu, jadi saya bisa lebih fokus untuk belajar belajar dan belajar,” ujar Selvi sembari menyisipkan harapannya agar PT Agincourt kedepan juga membuka peluang beasiswa untuk program Magister atau S2.

Sementara, Mas Adam Lukman Chaubah, Mahasiswa Berprestasi Indonesia tahun 2019 juga turut dihadirkan. Dalam paparannya, alumnus Universitas Brawijaya itu mengatakan perjuangan di masa sekolahnya juga tak jauh beda dengan para pelajar yang saat ini terlahir di keluarga sederhana.

“Kita sama-sama anak desa, waktu kecil SMP saya itu jaraknya antar sekolah ke rumah itu perjalanan satu jam, kalau masuk jam tujuh maka aku jam enam harus udah jalan, itu pun harus naik beberapa kendaraan ojek dan angkot,” ungkap Adam.

Dan ketika menginjak perguruan tinggi, Adam mengaku bercita-cita menginjakkan kaki ke luar negeri. Adam pun mengaku mulai mengenali dirinya untuk menemukan passion-nya dan berkonsisten di jalur yang ia ingini.

“Dan akhirnya ketemu yang pas yang satu passion dan akhirnya saya bisa ke luar negeri, dan semua itu didukung kampus dan beberapa sponsor lainnya. Karena itu saya mau memotivasi agar bisa menjadi luar biasa, menjadi diri sendiri. Kenali diri dan gali potensi dan jadi luar biasa,” ucap Adam.

Meski Telah Berkarir Jangan Malas Melanjutkan Pendidikan

 Muliady Sutio, Presdir Agincourt Resources yang kemudian diberi kesempatan untuk memberi pemaparan mengapresiasi pencapaian demi pencapaian Selvi dan Adam. Semangat Selvi dan Adam yang masih ingin meneruskan pendidikan, Muliady menyebutnya sebagai contoh yang bagus.

“Selvi ini contoh yang bagus, biasanya sudah bekerja malas untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Nah kalau mau, silahkan nanti bicara dengan pak Rahmat,” kata Muliady.

Bincang-bincang Asik BOD dengan Penerima Beasiswa

 Selain sesi pemaparan, acara tersebut juga memberi kesempatan kepada para penerima beasiswa untuk bertanya langsung kepada para narasumber dan jajaran direksi PT Agincourt Resources. Sebanyak 4 penerima beasiswa mengajukan pertanyaan demi pertanyaan.

Diantaranya Putri Anjani. Mahasiswa UINSU tersebut menanyakan seputar bagaimana membentuk karakter kepemimpinan. Pertanyaan tersebut pun dijawab lugas Muliady yang menyebut kepemimpinan dapat dipelajari dengan melihat pola para pemimpin yang sudah berhasil.

“Dan saya yakin di dalam diri Putri itu ada jiwa kepemimpinan,” tukas Muliady.

Sementara, Hasda yang juga duduk di kampus UINSU menanyakan bagaimana cara mengatur waktu antara tugas perkuliahan dan prestasi diluar perkuliahan. Hasda menyebut, proses pembelajaran saat ini yang dominan dengan daring baginya menjenuhkan.

Pertanyaan tersebutpun dijawab Mas Adam. Dia mengatakan, memiliki mimpi dan cita-cita setinggi langit tentu menjadi salah satu kunci sukses. Kendati ia mengingatkan agar membangun kesadaran tentang keterbatasa yang dimiliki.

“Bisa mimpi setinggi apapun, tapi kita harus sadar bahwa kita terbatas, karena itu kita butuh bantuan orang lain. Jadi kita harus menyusun tangga-tangga kecill untuk mencapai cita-cita setinggi langit itu,” pungkasnya.

Rangkaian motivasi juga disampaikan jajaran direksi lainnya. Sanny T misalnya. Ia mengatakan, para penerima Beasiswa Martabe Prestasi tidak boleh berhenti melanjutkan prestasi. Pengaktualisasian diri dan mengembangkan pengetahuan baik formal maupun informal menjadi penekanan Sany.

“Saran saya terus belajar dan jangan bosan untuk bertanya dan jangan malu mengakui tidak tahu, karena sebenarnya tidak ada orang yang bodoh, tapi hanya tidak mau bertanya,” katanya.

Sementara Direksi Ruli Tanio mengatakan, generasi saat ini berada di zaman digital dimana jawaban mudah didapatkan. Karena itu ia berharap khususnya para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kemudahan-kemudahan tersebut untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.

“Sekarang sudah berada di zaman dimana pengetahuan ada dimana-mana. yang harus diseimbangkan adalah bertambah pengetahuan tapi juga mengembangkan skill, sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Ruli.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed