oleh

Helianti, Potret Kartini Indonesia Masa Kini

Rakyatsumut.com, Helianti Hilman tersenyum manis di depan kamera telepon pintarnya. Ia menjadi pembicara dalam zoom meeting yang digelar PT Agincourt Resources pengelola Tambang Emas Martabe, Rabu (21/4/2020).

Zoommeetingbertema The Future Has No Gender ini merupakan puncak perayaan hari Kartini tahun 2021 yang digelar Tambang Emas Martabe. Zoom diikuti para karyawan perusahaan dan dimoderatori artis ternama, Indra Bekti. Jajaran pimpinan perusahaan juga ikut. Di antaranya, Direktur Operasional PTAR Darryn McClelland dan Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono.

Helianti perempuan kelahiran 9 Maret 1971 di Jember, Jawa Timur. Ia, CEO Javara Indonesia dan Food Biodiversity Entrepreneur. Mendengar paparannya, penulis merasa layak mendapuknya sebagai potret ‘Kartini’ Indonesia masa kini. Alasannya ada di lima hal penting, sukses, kreatif, lekat dengan petani, visioner, dan tentu, sederhana.

“Saya menanam 149 jenis tanaman, walau dengan rumah yang relatif sempit. Jemuran di lantai dua rumah saya, saya rubah jadi kebun, dan kalau sayuran, rempah-rempah, ya tinggal ambil dari depan rumah,” ungkap Helianti di awal paparannya.

Helianti mengaku saat ini terus bergerak mendorong lahirnya para pengusaha-pengusaha baru dari berbagai darerah di Indonesia. Itu adalah misinya sejak dua belas tahun mendirikan perusahaan Javara, perusahaan yang melirik sektor pangan terlupakan nusantara. Katanya, semakin dilupakan jenis pangan itu, maka pihaknya akan semakin memunculkannya di pasaran.

“Kami memang memulai Javara tahun 2008 memulai 8 produk dan 10 petani dan memiliki pasar hanya di Jakarta, tapi sekarang di tahun 2021 sudah bermitra dengan 50 ribu petani, melahirkan 700 produk dan ekspor ke 28 negara,” sebut Helianti.

Bergerak di sektor inin bukan perkara mudah. Helianti menyebut, untuk terus mendorongnya berkembang, dibutuhkan para pengusaha yang kreatif dan visioner untuk mengelola pangan-pangan yang terlupakan. Itu pula menjadi alasan didirikannya sekolah entrepreneur.

“Modal awal saya, adalah keanekaragaman pangan hayati Indonesia, dari Aceh ke Papua, dan kita satu-satunya posisi berada di garis equator, dan karena itu kita diberikan kekayaan pangan yang luar biasa. Misalnya Krokot, atau kelor yang memiliki kalsium tinggi, dengan subsidi Tuhan yang luar biasa, seharusnya Indonesia itu kaya dan tidak kurang nutrisi,” urai Helianti.

Keluarga, Basis Karakter

Helianti di awal karirnya bukanlah petani. Ia mengaku bekerja sebagai pengacara di bidang entertainmen, tepatnya di era tahun 1993-an. Namun, ia mengubah Haluan dan melirik potensi nusantara di sektor pangan, dan akhirnya sukses hingga kini bahkan terus bergerak dan berkembang memotivasi banyak petani Indonesia lainnya, agar sukses bersama-sama.

Salah satu kunci kesuksesan yang ia dapat sekarang, berasal dari keluarga. Baginya, keluargalah basis karakter itu. Ia menuturkan, banyak inspirasi ia dapati dari keluarga dan lingkungan dimana ia tinggal sejak kecil hingga besar. Bapak seorang jaksa yang mengubah haluan kerja menjadi pekebun kopi dan ibu yang berjiwa pengusaha.

“Ibu saya berkreasi, ibu saya memiliki jiwa kewirausahaan, mmembudidayakan sayur dan pangan lain. Bisa dikonsumsi sendiri dan dapat dijual ke kota,” ucapnya.

Meneruskan pengalaman masa kecilnya, Helianti mengaku dilatih kedua orangtuanya untuk menanamkan jiwa sosial dan tidak mementingkan diri sendiri. Dilatih pula mandiri, memasak, berkebun dan mengelola sendiri uang saku.

“Uang saku itu sudah pakai pembukuan, uang dikasih seminggu harus cukup untuk seminggu. Usia SMP, orangtua saya sudah tidak beli baju dan sepatu, kalau sekolah uang memang dari orangtua. Bukan karena mereka tidak sayang, tapi ingin memastikan anak-anaknya mandiri walaupun mereka sudah -anaknya tiada,” tuturnya.

Dikatakan, kedua orangtuanya juga menanamkan prinsip bahwa pendidikan adalah kunci kesuksesan itu. Tidak saja Pendidikan formal, tapi juga informal.

“Karena itu ibu saya berprinsip, bahwa tidak bisa mensejahterakan orang kalau tidak diawali dari nutrisi. Karena itu ibu saya juga melatih istri para pegawai kebun untuk Bertani,” katanya.

“Pendidikan informal juga luar biasa, bapak saya mengajarkan agar kita belajar pada alam, karena alam adalah pemberi pelajaran paling bijak. Bapak saya berpesan, bahwa lebih baik gagal, karena kalau berhasil terus kamu akan sombong,” timpalnya.

Inspirasi yang ia dapati dari kedua orangtuanya, kemudian ia teruskan kepada anak-anaknya. Helianti menyebut, anak-anaknya ia ajak dekat dengan alam. Di usia kecil, anak-anaknya bahkan sudah memiliki kebun sendiri. Dan itu semua diawali dari sejak dini.

Ilmu Harus Dibagi Kepada Orang Banyak

Helianti memang pejuang bagi banyak orang. Pun harus berbagi waktu dengan keluarga, anak dan suami. Helianti mengaku ingin terus berkontribusi. Ia menyebut, berbagi ilmu kepada orang banyak adalah juga cara berzakat.

“Jadi sewaktu pacaran, saya pernah ditanya, kalau kita punya harta wajib gak zakat? Jadi saya jawab, zakat itu tidak cuma uang, tapi juga ilmu, jadi ilmu yang saya punya itu harus saya zakatkan juga. Dan sejak saat itu, suami saya support seribu persen,” katanya.

Jangan Terlalu Terjebak Pada Isu Gender

Helianti, sosok yang teguh mencintai nusantara, tidak saja di sektor bisnis yang ia geluti. Ia juga mencintai keindonesiaan, terutama soal jejak para perempuan. Menurut dia, sejak lama Indonesia sudah menghormati eksistensi perempuan sebagai pemimpin.

Ia lantas berpesan agar isu gender saat ini tidak menjadi jebakan. Pasalnya menurutnya, Indonesia adalah bukanlah negara yang mendikriminasi perbedaan, termasuk kepada perempuan.

Beberapa referensi ia sebutkan, misalnya hadirnya sejumlah pemimpin perempuan, misalnya Kartini, Cut Nyak Dien, dan Malahayati. Ia juga menyebut, Indonesia adalah salah satu negara yang pernah juga dipimpin oleh seorang perempuan.

“Dari zaman dahulu, di Indonesia perempuan dapat hak kepemilikian, ada yang tahu gak di inggris, baru 1870 baru memiliki hak kepemilikan, warisan itu tidak bisa dimiliki tapi untuk suami saya, sementara di Indonesia sejak lama sudah ada. Misalnya lagi contohnya di Minang, jadi Indonesia itu terdefenisikan sangat beragam,” kata Helianti.

Sektor Tambang Menjadi Lembut dengan Keikutsertaan Perempuan

Zoom Meeting tidak saja menghadirkan Helianti sebagai pembicara utama. Seorang pembicara lainnya, Rahmat Lubis, General Manager Operations PT Agincourt Resources. Rahmat, pria kelahiran Tapanuli ini menyebutkan keberagaman merupakan sesuatu yang bagus.

“Semakin banyak perbedaan dan keberagaman, itu bagus, kita jadi memiliki banyak perspektif, dan ini konsep yang harus dipahami dari keberagaman, orang berbeda dari banyak hal, suku, agama, kesukaan makanan, agama, pandangan politik,” tutur Rahmat.

Ia menyebutkan, menghormati keberagaman itu juga diterapkan Tambang Emas Martabe sejak beberapa tahun terakhir. Bahwa, sector tambang tidak lagi hanya boleh dikerjakan oleh para pria, tapi juga perempuan.

“Dari sepuluh tahun terakhir, terjadi pergeseran, sekarang tidak lagi di adu otot, tapi juga di otak. Saya memahami, mengikutsertakan perempuan adalah bagus, tambang bisa jadi lembut,” katanya.

Beragam Kebijakan Soal Keberagaman Gender

Rahmat mengungkapkan, di internal Tambang Emas Martabe sendiri, keberagaman gender dikuatkan secara terus menerus secara sistematik dalam konsep dan disain perusahaan. Sejumlah kebijakan pun telah diambil, misalnya punya kebijakan anti harassment, perempuan mungkin menjadi minoritas, tapi tidak boleh merasa terancam.

“Di Martabe tidak boleh ada harassment, kalau ada perlakuan tidak pantas, kita tidak peduli jabatannya apa kalau ada isu harassment, kita tidak akan pernah toleransi,” tegas Rahmat.

Selain itu, ada juga kebijakan terhadap karyawan yang sedang hamil, agar mereka dapat bekerja selama yang memunkginkan dan mereka bisa lebih nyaman.

“Misalnya memindahkannya ke pekerjaan baru, agar nyaman dan bayinya tetap sehat. Ada juga fungsi laktasi di side, di semua kantor ada ruang laktasi, jadi kalau ada yang ingin menyimpan susunya ada ruangan diberikan, kita juga punya jadwal cuti, dimana bapak-bapak yang mana istrinya melahirkan kita berikan libur selama dua minggu,” urai Rahmat.

Sementara itu, terkait dampak pandemi, Rahmat juga secara tegas menyebut tidak mempengaruhi apapun terhadap keberagaman gender. Ia menuturkan di awal gempuran pandemi dimana perusahaan terpaksa merumahkan para karyawan, kebijakan itu tidak mendiskriminasi perempuan.

“Waktu itu banyak mengurangi karyawan, dalam tanda kutip dia bekerja di rumah. Pengurangan itu tidak memandang dia perempuan atau laki-laki, dan sekarang, sudah mulai normal, hampir semua karyawan kita sudah panggil kembali, walau dengan prosedur yang ketat. Jadi tidak ada masalah, pada saat karyawan dipanggil kembali, tidak memandang dia perempuan atau laki-laki,” ujarnya.

PTAR Terus Berkomitmen Terapkan Gender Diversity

Rahmat mengatakan, penerapan gender diversity di Tambang Emas Martabe masih jauh dari kata selesai. Meski, keberagaman itu tidak hanya menyoal jenis kelamin, tapi juga soal suku, agama, dan pendidikan.

“Kita berusaha agar seseimbang mungkin,” katanya.

Meski ia mengakui, untuk gender sendiri, perlu dorongan secara khusus. Karena itu pula pihaknya menargetkan jumlah karyawan perempuan sebanyak 30 persen hingga beberapa tahun ke depan.

“Walau yang terpenting bukan soal kuantitas, kami tidak mau terjebak dalam angka-angka, tapi fungsinya, tujuan dan efeknya. Prinsipnya, semakin beragam, maka akan semakin bagus, semakin laki-laki dan perempuan berimbang, kita akan bekerja lebih mudah dan produktif, maka performance perusahaan juga akan semakin bagus,” imbuhnya.

“Dan, gender diversity ini tidak saja di dalam perusahaan, tapi juga diluar, misalnya di kelompok dampingan, misalnya jangan cuma laki-laki saja ke sawah, atau hanya perempuan saja yang ke sawah,” timpal Rahmat.

Darryn McClelland: Selamat Hari Kartini

Direktur Operasional PTAR Darryn McClelland, juga hadir dalam zoom meeting tersebut. Darry mengaku senang berkesempatan merayakan Hari Kartini Bersama para karyawan dan menggelar kegiatan tersebut.

“Selamat Hari Kartini! Sangat senang sekali kita semua bisa hadir pada kesempatan ini untuk merayakan Hari Kartini, yang tentu saja diselenggarakan secara virtual. Selama pandemi COVID-19 ini kita semua dituntut untuk selalu kreatif dan terus bersemangat untuk memberikan nilai serta kontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan,” kata Darryn.

Menurut dia, perusahaan yang ia gawangi merupakan perusahaan yang menyadari betul pentingnya keberagaman untuk mengembangkan respon cepat dan inovatif terhadap tantangan ke depan. Manajemen perusahaan sangat serius untuk menerapkan kebijakan keberagaman gender.

“Kami mulai menerapkan keberagaman gender ini sejak 21 April 2016,” ujar Darryn.

Keberagaman gender yang ada di PTAR, sejauh ini telah memberikan banyak manfaat, di antaranya: keluasan ide untuk mendukung penyelesaikan masalah, dan kesempatan berinovasi, peningkatan kualitas personal yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan perusahaan, akses yang lebih luas untuk menjaring bakat-bakat potensial dalam rekrutmen karyawan, serta tentu saja pengembangan perspektif yang berbeda dalam lingkungan kerja.

“Kami meyakini, penerapakan keberagaman gender di perusahaan tidak hanya soal kuantitas atau seberapa banyak karyawan perempuan yang ada, tapi yang paling penting adalah dari sisi kualitas, salah satunya yakni penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman gender, serta pemberian kesempatan yang sama bagi seluruh gender untuk meningkatkan kemampuan professionalnya,” tukasnya.

Menurut dia, keberagaman gender telah membuat PTAR menjadi perusahaan dan organisasi yang mengalami kemajuan yang luar biasa. PTAR, sambung dia, akan secara konsisten menerapkannya. Sukses di Martabe tidak memandang gender, begitu juga dengan masa depan.

“The future has no gender. Semuanya memiliki kesempatan yang sama, porsi kontribusi yang sama, baik untuk keluarga maupun perusahaan. Ke depan, kami percaya, keberagaman dapat meningkatkan performa perusahaan dan membuka luas kesempatan bagi kami untuk terus berinovasi,” tutup Darryn.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed