oleh

Firman Lubis Berharap Permohonan Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat Raja Bonaran Situmeang di Tolak

Rakyatsumut.com, Salah seorang keluarga Mantan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang dikabarkan akan mengajukan permohonan asimilasi dan pembebasan bersyarat atas nama Raja Bonaran Situmeang ke Kementerian Hukum dan HAM dan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga, yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Sibolga.

Menanggapi hal itu, salah seorang pengamat hukum yang juga sebagai warga masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) yang tergabung dalam Forum Pemerhati Keadilan Tapteng, Maruli Firman Lubis angkat bicara dan menyampaikan pernyataan sikap terkait kabar permohonan serta pengajuan asimilasi dan pembebasan bersyarat atas nama Raja Bonaran Situmeang.

Hal ini disampaikan Maruli Firman Lubis, SH kepada wartawan di Pandan, pada Selasa (20/04/2021).

Berikut isi pernyataan sikap yang disampaikan oleh Maruli Firman Lubis kepada Wartawan, Terkait dengan adanya informasi adanya pihak keluarga yang saat ini sedang berupaya mengajukan permohonan bebas bersyarat terhadap terpidana Raja Bonaran Situmeang mantan Bupati Tapanuli Tengah, kami berpendapat hal itu sah-sah saja namanya juga permohonan, namun perlu kami mengingatkan kepada Kementerian Hukum dan HAM dan jajarannya termasuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 Sibolga, agar tidak mudah apalagi mengobral pemberian bebas bersyarat atau pengurangan hukuman kepada terpidana Raja Bonaran Situmeang.

Masih cukup jelas dalam ingatan masyarakat Tapteng bagaimana Raja Bonaran Situmeang awalnya terpilihnya sebagai Bupati Tapteng periode 2011-2016, telah terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi penyuapan hakim MK Akil Mochtar dan dihukum 5 tahun penjara.

Kemudian pada saat menjabat sebagai bupati, yang bersangkutan terlibat dalam kasus pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2010, yaitu penipuan calon PNS yang merugikan banyak masyarakat Tapteng, dan beliau juga terbukti bersalah dan saat ini sedang menjalani hukuman atas vonis pengadilan 5 tahun penjara, dan terakhir di dalam penjara, beliau juga tersandung kasus tindak pidana penipuan dan juga terbukti bersalah dan dihukum 2,8 tahun dalam pasal 378 KUHPidana.

Jadi berdasarkan pada fakta-fakta tersebut, menurut kami sangat tidak pantas, apabila Kementerian Hukum dan HAM dan jajarannya termasuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 Sibolga, mengabulkan bebas bersyarat yang diajukan keluarga Raja Bonaran Situmeang. Dan kami masyarakat Tapteng akan menyampaikan protes keras apabila permohonan tersebut dikabulkan, karena pembebasan bersyarat kepada Raja Bonaran Situmeang mencederai rasa keadilan masyarakat Tapteng, terlebih total masa hukuman beliau untuk dua kasus terakhir yaitu 7,8 tahun belum cukup dua pertiga dijalaninya.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan kepada Bapak Menteri Hukum dan HAM dan jajarannya termasuk Lapas Kelas 2 Sibolga, untuk dapat menanggapi pernyataan ini.

Sementara itu, Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Sibolga Rian Firmansyah saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (20/04/2021) sore, mengungkapkan bahwa pihaknya belum ada menerima permohonan dan pengajuan terkait pembebasan bersyarat terhadap terpidana Raja Bonaran Situmeang.

“Sampai sekarang ini kita belum ada menerima permohonannya,” ungkap KPLP Lapas Kelas IIA Sibolga Rian Firmansyah.

Editor: Damai

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed