oleh

BPK temukan Ratusan Juta Aset Hilang di Rumdis Wali Kota Sibolga

Rakyatsumut.com, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah barang yang merupakan aset pemerintah di Rumah Dinas Wali Kota Sibolga hilang.

Hal ini terungkap saat Wali Kota Sibolga, H Jamaluddin Pohan didampingi Sekretaris Daerah, M Yusuf Batubara, Kepala Bagian Umum, Abdul Karim meninjau Rumah Dinas Wali Kota Sibolga.

Jamaluddin Pohan merasa kaget, saat masuk dan memeriksa satu persatu ruangan di Rumah Dinas itu, ia menemukan rumah yang pernah ditempati Wali Kota sebelumnya Syarfi Hutauruk terlihat kosong, hanya ada beberapa kursi, meja serta beberapa piagam penghargaan.

Jamaluddin Pohan mengaku, sampai saat ini, Rumah Dinas Wali Kota Sibolga belum ditempatinya sejak dirinya dilantik menjadi Wali Kota Sibolga pada 26 Februari 2021 lalu.

“Saya juga tidak tahu inventaris apa saja yang ada di rumah dinas ini. Tapi setelah ada temuan BPK, kita rapat dengan BPK mengatakan bahwa di rumah dinas wali kota dan wakil wali kota banyak ditemukan barang-barang yang tidak ada lagi tempat, sehingga kita mengalami kerugian sekitar Rp 589 juta. itulah yang dinyatakan oleh BPK,” kata Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan kepada Wartawan, Selasa (6/4/2021).

“Setelah kita melihat ke Rumah Dinas, ternyata sesuai catatan inventarasi barang, banyak barang yang tidak ada di tempat. Saya tentu bertanya, tapi saya tidak menuduh, mana tahu ada para staf yang mengambil, tapi setelah kita tanya tidak ada pernah. Satpol PP juga tidak pernah mengeluarkan barang tanpa izin,” ungkap Jamaluddin Pohan.

“Itulah makanya kita tanyakan kepada mereka, jangan nanti nuduh orang, nanti kita bilang dia (Wali Kota sebelumnya) yang bawa, tapi ternyata anggota yang keluarkan. Tapi kita tanya sama semua anggota, semua staf kita mengatakan bahwa barang itu tidak pernah ada keluar dari sini buat mereka,” lanjut Jamal.

Jamal mengaku kecewa atas hilangnya sejumlah barang atau aset pemko Sibolga dari rumah dinas wali kota, dan itu pula lah yang membuat dirinya terpaksa menunda memasuki rumah dinas tersebut.

“Sudah beberapa bulan saya tidak bisa masuk. Seyogianya usai dilantik ya sudah bisa masuk ke rumah dinas, tapi karena banyak kekurangan terpaksa kita tunda. Saat ini saya masih tinggal di rumah pribadi saya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga Yusuf Batubara menjelaskan, bahwa berdasarkan pemeriksaan BPK ditemukan sejumlah barang tidak ada lagi di rumah dinas wali kota Sibolga, yang nilainya sekitar Rp 461 juta.

“Sedangkan di rumah dinas Pak Wakil, barang tidak ada lagi nilainya sekitar Rp 127 juta,” beber Yusuf Batubara.

Yusuf juga mengaku pernah menerima surat dari Wali Kota Sibolga yang lama, Syarfi Hutauruk. Surat tersebut berisi permintaan untuk membawa sejumlah barang dari rumah dinas wali kota.

“Memang ada surat dari pejabat lama yang meminta kepada kami akan membawa barang, beliau bersedia membayar atau membeli melalui lelang. Itu sekitar bulan Februari. Tetapi prosedur itu belum terlaksana, barang sudah tidak ada lagi,” ungkap Sekda.

“Barang ini tidak seperti membeli di pasar. Harus kita lihat dulu apakah layak untuk dilelang, kemudian menilai barangnya itu harus kita teruskan dulu ke KPKNL. Harusnya barang ini jangan dibawa dulu, tapi ternyata barangnya sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Sekda mengatakan akan segera menyurati Syarfi Hutauruk terkait persoalan sejumlah barang yang sudah tidak berada lagi di rumah dinas wali kota.

“Saya tadi menjawab ke BPK akan menghubungi yang bersangkutan, agar yang bersangkutan memberikan, bagaimana apakah dikembalikan, apakah kerugian ini dibayar. Ini masih kita konfirmasi dengan saudara Deswan yang pada saat itu beliau sebagai protokoler wali kota,” ujar Yusuf.

“Kita berharap sesegera mungkin. Sebelum BPK membuat hasilnya, kalau bisa sudah selesai sehingga tidak menjadi masalah. Karena ini juga merupakan penilaian terhadap pengelolaan aset dan keuangan di Pemko Sibolga,” sebut Yusuf.

Editor: Rommy

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed