oleh

Komisi V DPR Dukung Program Padat Karya di Bandara DR FL Tobing

Rakyatsumut.com, Pimpinan Komisi V DPR RI, Jhonny Allen Marbun menyatakan dukungannya terhadap program padat karya di Bandara DR FL Tobing, Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Tidak hanya mendukung, politisi partai Demokrat itu mengaku akan kembali mengusulkan program tersebut pada anggaran tahun 2021.

“Program ini akan saya kawal terus sampai 2021, program ini memberi nilai positif, karena memberdayakan masyarakat, agar masyarakat dapat bangkit,” kata Jhonny dalam sambutannya saat seremoni Pembukaan Program Padat Karya tahun 2020 di Bandara DR FL Tobing, Selasa (20/10/2020).

Peserta program padat karya di Bandara DR FL Tobing Pinangsori saat berbincang-bincang dengan Pimpinan Komisi V DPR RI, Jhonny Allen Marbun dan Kepala Bandara Muhammad Kurniawan. Terlihat hadir Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul. Foto: Rakyatsumut.com
Peserta program padat karya di Bandara DR FL Tobing Pinangsori saat berbincang-bincang dengan Pimpinan Komisi V DPR RI, Jhonny Allen Marbun dan Kepala Bandara Muhammad Kurniawan. Terlihat hadir Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul. Foto: Rakyatsumut.com

Program tersebut bertajuk peran Serta Ditjen Perhubungan dalam mendukung program peningkatan perekonomian masyarakat melalui kegiatan padat karya.

Jhonny menyebut, meski program ini berawal dari pandemi covid-19, muatan pemberdayaan masyarakat menjadi sesuatu yang bernilai penting.

“Meski diawali dari dampak pandemi, tapi kalau positif, kenapa tidak dilanjutkan? Jika perlu nilainya ditingkatkan. Lebih bagus uangnya dibagi sesuai kerjanya, ketimbang bansos-bansos itu. Tidak salah, itulah fungsinya pemerintah, apalagi pemerintah pusat,” ucapnya.

Bahkan, jika ada aspek lainnya dimana masyarakat juga dapat terlibat, Jhonny menyarankan agar dapat direalisasikan.

“Jika ada aspek lain, misalnya rehab-rehab kecil, daripada alurnya lebih panjang, administrasinya, tapi tentu harus dengan skill khusus. Jadi, pengusaha hidup, masyarakat harus kebagian,” katanya.

Program Padat Karya Mendukung Pemerintah

Wabup Tapteng Darwin Sitompul di pembukaan Program Padat Karya Bandara DR FL Tobing, Pinangsori. Foto: Rakyatsumut.com
Wabup Tapteng Darwin Sitompul di pembukaan Program Padat Karya Bandara DR FL Tobing, Pinangsori. Foto: Rakyatsumut.com

Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Darwin Sitompul mengapresiasi dilakukannya program padat karya itu. Dia menyebut, program tersebut akan membantu pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Semoga program ini bermanfaat kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di masa pandemi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Darwin berharap dukungan selanjutnya dari Komisi V terkait pengembangan Bandara DR FL Tobing. Misalnya, perpanjangan dan pelebaran bandara agar pesawat lebih besar dapat mendarat.

“Dalam waktu dekat akan ada diskusi antara bapak Bupati dan bapak Presiden, karena itu mohon dukungan,” ucapnya.

Masyarakat Apresiasi Program Padat Karya

Rusmiati, warga sekitar yang ikut program padat karya di Bandara DR FL Tobing menyebut program padat karya sangat membantu dirinya dan masyarakat lain yang terlibat.

Warga Kebun Pisang, Kecamatan Pinangsori yang sehari-hari bekerja sebagai pekebun ini menuturkan, program itu sudah dimulai sejak kemarin. Ia dan para peserta program, terlibat dalam membersihkan areal bandara.

“Ya membabat, mengerjakan selokan, ya, kami senang, ada kegiatan kami. Ada bantuan dan kami kerja. Kalau bisa berkelanjutan, ya dari semalam kami sudah bekerja.

Program Padat Karya Melibatkan 93 Warga Sekitar Bandara

Sebanyak 93 orang masyarakat sekitar bandara DR FL Tobing Pinangsori menjadi peserta program padat karya yang sekarang sedang berjalan.

Kabandar DR FL Tobing Pinangsori, Kapten Muhammad Kurniawan menyematkan secara simbolis rompi kepada peserta program padat karya. Foto: Rakyatsumut.com
Kabandar DR FL Tobing Pinangsori, Kapten Muhammad Kurniawan menyematkan secara simbolis rompi kepada peserta program padat karya. Foto: Rakyatsumut.com

Para peserta program dilibatkan dalam pekerjaan yang memang tidak membutuhkan keterampilan khusus, misalnya membabat dan membersihkan selokan.

“93 orang tersebut dari 4 lingkungan, dibayar secara harian, ada juga makan siang,” kata Kabandar Kapten Muhammad Kurniawan.

Dia menjelaskan, program padat karya itu akan menjadi program periodik. Dan program ini juga sebagai solusi membantu masyarakat di tengah pandemi covid -19.

Biasanya, itu kan pakai outsourching, nah sekarang karena pandemi, yang tjdak membutuhkan skill, kita libatkan masyarakat. Program ini akan berkesinambungan sampai akhir tahun,” ujar Kurniawan.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed