oleh

Pasien Terkonfirmasi Covid-19 asal Tapsel melahirkan di RSUD Tarutung

Rakyatsumut.com, RSUD Tarutung lakukan Operasi Sesar bagi Pasien terkonfirmasi Covid-19, Jumat (11/9/2020).

Operasi ini dilakukan secara hati-hati. Operasi sesar ini dilakukan oleh Dr. Tunggul Pasaribu, beserta Tim Neonatal RSUD Tarutung.

Direktur RSUD Tarutung Janri A. Nababan membenarkan bahwa Tim Kesehatan RSUD Tarutung melakukan Operasi Sesar bagi pasien terkofirmasi Covid-19.

“Benar, ada pasien kita yang terkonfirmasi Covid-19 melahirkan dan langsung ditangani oleh dokter spesial beserta TimKes kita”, ujarnya.

Dijelaskan bahwa Pasien tersebut warga Kota Padang Sidempuan, masuk mulai kemarin tanggal 10 September pada Jam 20.15 WIB.

“Pasiennya warga Kota Padang Sidempuan, masuk kemaren malam pukul delapan lewat, dan sebelumnya di RS Meta Medika Sidempuan pasien sudah pecah ketuban, dan si pasien di Rapid oleh Rumah Sakit di sana yang dinyatakan Reaktif, sehingga di Rujuk Ke RSUD Tarutung, sampai di RSUD Tarutung dilakukan pengambil sampel untuk di Swab yang dinyatakan Positif.

Puji Tuhan, tadi jam 12.00 Wib dilakukan Operasi Sesar yang dipimpin langsung oleh dr. Tunggul dan dinyatakan Bayi sehat dan tidak dinyatakan Positif Covid 19 hasil Swab dan untuk si Ibu juga tetap sehat walaupun terkonfirmasi Covid-19 dengan status Tanpa Gejala,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dr. Tunggul Pasaribu, yang memimpin langsung operasi pasien terkonfirmasi Covid-19 mengatakan bahwa dalam melakukan operasi sesar dibutuhkan kehati-hatian yang ekstra, karena lalai sedikit akan berakibat fatal bagi Pasien dan Tim Kes yang menangani.

“yah, harus eksra hati-hati, dan ini baru pertama kali saya melakukan Operasi Sesar pada pasien terkonfirmasi Covid-19, karena kalau kita silap sedikit, dampaknya bahaya bagi pasien dan tim kesehatan yang menangani,” ungkapnya.

Dr. Janri juga menambahkan bahwa untuk saat ini Ruang Operasi atas Inisiatif Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan bagi Pasien yang menderita penyakit menular dalam tahap proses pembangunan, semoga cepat selesai agar kedepannya bisa digunakan.

“Ya, Ruang Operasi bagi pasien yang menderita penyakit menular berbahaya masih tahap proses pembangunan, dan ruangan operasi ini atas inisiatif Bapak Nikson Nababan, Ruang Operasi ini berada disamping ruang Isolasi kita, sehingga dapat memninimalisir penularan penyakit, dan semoga Ruang Operasi tersebut cepat selesai” pungkasnya.

Editor: Rommy

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed