oleh

FKK Gelar Duduk Samo Dusanak, Bahas Pelestarian Budaya Pesisir Sibolga

Rakyatsumut.com, Forum Komunitas Kreatif Sibolga-Tapanuli Tengah (FKK) menggelar diskusi menyoal sejarah dan kebudayaan pesisir dengan tema “Tantangan Pelestarian Budaya Pesisir Sibolga” yang dikemas dalam acara DUDUK SAMO DUSANAK di Aula SMP Negeri 1 Sibolga, Jumat (28/8/2020).

Dihadiri 25 peserta diskusi yang melibatkan Mahasiswa, komunitas, duta pariwisata, insan media serta pers di Kota Sibolga, acara dibuka langsung secara resmi oleh Idul Robinson Purba mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga.

Ketua Panitia, Irfan Arhamsyah Sihotang, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari berbagai kegiatan pra-acara sebelum menuju puncak di Festival Mangure Lawik 21 November 2020 mendatang.

Forum diskusi tersebut diharapkan mampu meningkatkan animo dan pemahaman masyarakat terhadap kebudayaan dan sejarah pesisir Sibolga, khususnya generasi muda Kota Sibolga sehingga menambah rasa cinta dan bangga serta memiliki motivasi kuat dalam upaya pelestarian budaya yg selaras dengan perkembangan zaman.

“Duduk Samo Dusanak ini merupakan ruang penampung beragam informasi, ide dan gagasan tentang upaya giat kebudayaan, kemudian proses dinamika diskusi yang terbangun idealnya bisa temukan formula dan solusi tepat bagi kita semua untuk bersama menghadapi tantangan zaman diupaya pengembangan dan pelestarian kembali kebudayaan pesisir sumando sebagai jati diri dan identitas asli masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah,” kata Irfan

Dipandu moderator, Nadhirotul Husna Panggabean, secara bergantian tiga  narasumber memberikan pemaparan sesuai dengan pembagian materinya antara lain Syafriwal Marbun membawa topik bahasa dan Media, Refalina Puspita mejabarkan peran dunia pendidikan dalam kebudayaan dan Sahat Simatupang menjabarkan tentang komponen-komponen kebudayaan pesisir.

Dialog berlangsung hangat dan seru selama 3 jam dengan respon aktif para peserta diskusi didominasi oleh kaula muda yang banyak memberi tanggapan, saran dan pertanyaan. Tidak hanya panel secara langsung, Duduk Samo Dusanak ini juga ditatap puluhan peserta diskusi secara online dari aplikasi Zoom yang sebelumnya sudah diatur oleh panitia penyelenggara.

Ragam apresiasi turut menjadi bagian dari perbincangan di dalam forum diskusi pasca penampilan atraktif yang ditampilkan talenta-talenta binaan Forum Diskusi Kreatif Sibolga Tapteng yang turut menyemarakkan acara berupa hiburan Tarian Tradisonal dan performance band tradisi akustik yang memperkenalkan singel ‘Oi Dusanak’ dari group Runduk Xtradisi.

Pembina Forum Komunitas Kreatif Sibolga-Tapanuli Tengah, Alma Tegar Nasution, lebih lanjut menjelaskan Program DUDUK SAMO DUSANAK sendiri akan berlangsung secara berkesinambungan setidaknya hingga November 2020 mendatang.

Bukan hanya soal sejarah dan budaya, namun setiap bulannya akan hadir topik berbeda antara lain menyoal perikanan dan kelautan serta pariwisata.

Editor: Rommi Pasaribu

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed