oleh

Tambang Emas Martabe Sumbang Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok

Rakyatsumut.com, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berupa pembangunan Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan.

Pembangunan menara pandang ini diawali dengan acara groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dihadiri perwakilan manajemen PTAR, Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu dan Ketua DPRD Tapanuli Selatan, Husin Sogot Simatupang serta sejumlah undangan di lokasi Kebun Raya Sipirok, Sipirok, Tapanuli Selatan, Jumat (14/8/2020).

Darryn McClelland, Direktur Operasional PTAR menyatakan, bantuan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTAR di bidang lingkungan.

“Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PTAR berkontribusi dalam pembangunan Menara Pandang sebagai salah satu fasilitas pendukung Kebun Raya Sipirok, setelah menerima proposal dan melakukan kajian atas rencana pembangunan Kebun Raya Sipirok dari Pemkab Tapanuli Selatan,” kata Darryn.

Darryn menjelaskan, bangunan utama Menara Pandang ini memiliki luas sekitar 580 meter persegi dengan ketinggian 31,5 meter dari permukaan tanah, terdiri dari 7 lantai yang dihubungkan oleh elevator (lift). Seluruh bangunan akan menggunakan pondasi tiang pancang (prestressed concrete pile) yang diikat dengan balok-balok beton bertulang. Struktur rangka menggunakan rangka baja dengan konstruksi lantai komposit beton bertulang.

Darryn menambahkan, kontribusi PTAR dalam pembangunan Menara Pandang ini dimulai dari perencanaan dan desain bangunan, pekerjaan pondasi tiang pancang, pekerjaan struktur atas, pekerjaan elektrikal sampai ke instalasi elevator (lift).

“Durasi pekerjaan konstruksi Menara Pandang akan memakan waktu 6-7 bulan dan diperkirakan selesai bulan Februari 2021”, papar Darryn.

Setelah selesai, Menara Pandang akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk dapat dioperasikan dan dipelihara dengan baik sehingga Kebun Raya Sipirok bisa menjadi salah satu aset dan fasilitas unggulan daerah bagi Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada PTAR atas kontribusinya bagi pengembangan Kebun Raya Sipirok, Tapanuli Selatan dengan membangun menara pandang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada PTAR atas kontrisibusinya untuk pembangunan menara pandang ini dan kita harapkan pada akhir Januari 2021 bisa soft opening,” kata Syahrul.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Sipirok Awaluddin Pulungan menyatakan, bahwa Kebun Raya Sipirok akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka di Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Kebun Raya ini juga menjadi tujuan atau destinasi wisata di wilayah Tapanuli Selatan. Pembinaan Kebun Raya Sipirok mendapat pendampingan dari LIPI.

“Kebun Raya Sipirok ini didukung karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) sebagai pekerja yang militan tentang Perkebunrayaan dan sudah mendapat  Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)  dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Teknik Perkebunrayaan dan Diklat  Global Positioning System (GPS) dan  Sistem Informasi Geografis (GIS) dari Pemkab Tapsel,” kata Awaluddin.

Saat ini, sesuai master plan, Kebun Raya Sipirok terbagi ke dalam beberapa zonasi, yakni zonasi kayu-kayuan, zonasi pakan orang utan, zonasi tanaman industri, dan lainnya.

“Saat ini sejumlah tumbuhan yang ada di dalam kebun raya, merupakan hibah dari LIPI dan hasil eksplorasi mandiri dari kita,” jelasnya.

Menurut Awaluddin saat ini yang tengah dilakukan adalah penanaman buah lokal endemik Tapanuli yang sudah hampir punah. “Diantaranya hapundung, bukbak, hopong, salak warna merah dan lain-lain,” pungkas Awaluddin.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed