oleh

PILKADA LABURA: ANTARA BIJAK DAN HEBAT

Penulis: Adi, SH. Pengamat Sosial

 

Oleh karena Bijak dan Hebat mewakili masing masing karakteristik, maka dari sudut pandang sosial, Bijak menjadi ekspektasi (harapan) publik untuk mewakili karakter pemimpin, dibandingkan dengan Hebat.

 

TELAH kita ketahui bersama bahwa Labuhanbatu Utara, Labura adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Utara yang akan mengikuti pesta demokrasi dalam kontestasi pilkada serentak tahun 2020. Tokoh-tokoh dengan latar belakang yang berbeda telah bermunculan maju sebagai bacalon (bakal calon) dengan gagasan masing-masing serta masing-masing memperkenalkan diri sebagai “agen perubahan” untuk Labura.

Beberapa di antara para calon menuangkan gagasan dan visi misi dalam bentuk _tagline_ dimana tagline tersebut untuk mendeskripsikan gagasan keseluruhan dalam bentuk kata, sehingga masyarakat mudah mengingat para “pemilik” tagline.

Diantara para bacalon yang menarik untuk disimak adalah pasangan Bacalon Kapten Inf. Darno – HMS dengan tagline *”BIJAK”.* Lalu salah satu Pasangan Bacalon lain memiliki tagline *”HEBAT”*. Antara masing masing kata, antara Bijak dan Hebat, tentu memiliki makna dalam perspektif sosial.

Untuk melihat lebih dekat perspektif sebagaimana dimaksud, tentu kita mesti melihat spirit dan nuansa kebatinan serta karakter masing-masing bacalon. Alasan ini tentu bukan tanpa sebab, karena kata kata adalah mewakili fikiran dan karakter dari masing masing bacalon.

Tindakan adalah _manifestasi_ (perwujudan) dari fikiran, tentu itu adalah kalimat yang bisa menjadi “pisau bedah”, untuk merefresentatifkan fikiran dan karakter dari masing masing tagline.

*_BIJAK_ ,* dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dimaknai tindakan yang dilakukan dengan akal budi, cermat, arif, berhati hati dan teliti. Tentu akal budi dan kearifan menjadi terdepan dalam aspek tindakan dan prilaku yang bersangkutan. Oleh karenanya, Bijak selalu menjadi sikap yang menjadi harapan publik bagi setiap pemimpin dalam menjalankan amanah.

*HEBAT DAN KUAT ADALAH SAMA.*

Untuk selanjutnya adalah *HEBAT*. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Hebat dimaknai terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dan sebagainya). Mencermati lebih jauh, Hebat tidak bisa dipisahkan dengan Kuat. Sehingga Makna Hebat selalu “bersahabat” dengan Kuat.

Jika kata Hebat dan Kuat diasosiasikan (Digambarkan) untuk mewakili sosok, tentu ada karakter takabbur, kesombongan dan keangkuhan dalam sudut pandang sosial sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

Oleh karena Bijak dan Hebat mewakili masing masing karakteristik, maka dari sudut pandang sosial, Bijak menjadi ekspektasi (harapan) publik untuk mewakili karakter pemimpin, dibandingkan dengan Hebat.

Judul, isi dan ulasan artikel sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari Penulis

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed