oleh

PEMANFAATAN FILANTROPI ISLAM DAPAT MEMBANTU KRISIS EKONOMI AKIBAT COVID 19

Penulis: Qisti Marhamah Nasution, Jurusan: Ekonomi Islam, Kelompok: KKN DR 122, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

 

Istilah filantropi Islam menunjukkan adanya praktik filantropi dalam tradisi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau yang disingkat dengan ZISWAF.

 

CORONAVIRUS Disease atau COVID-19 merupakan jenis virus baru. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Pandemi Covid-19 tak hanya mengganggu kesehatan saja namun juga menekan laju perekonomian yang melanda dunia tak terkecuali juga Indonesia dan sekarang ekonomi Indonesia tengah di ambang resesi. Tidak hanya itu saja, pandemi Covid 19 ini juga berdampak kepada masyarakat sehingga banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Sehingga ini juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. Dampak dari pandemi ini sangatlah dahsyat sekali yang membuat angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin meningkat.

Untuk masyarakat ekonomi kelas menengah atas, mungkin tidak terlalu terkena dampaknya. Dengan memiliki tabungan yang cukup untuk hidup dan pendapatan yang tetap, itu sudah cukup membuat penduduk tetap di rumah. Mereka dapat melakukan berbagai kegiatan dengan berlangganan televisi kabel, berinternet, menyalurkan hobi memasak, berolahraga, dan segala aktivitas lain bersama keluarga.

Namun, bagi masyarakat ekonomi kelas bawah yang membuat harus berpikir makan apa hari ini, seperti ojol, pedagang keliling, pekerja warung makan, dan sebagainya, pandemi Covid-19 ini telah memberikan dampak yang serius terhadap masalah sosial ekonomi yang baru, yaitu kemiskinan dan kelaparan.

Padahal target kemiskinan di tahun 2020 yakni sekitar 9,7% sampai 10,2%. Adapun di tahun 2021 juga target kemiskinannya yakni 9,2% – 9,7%. Sedangkan target gini rasio di tahun 2020 adalah sekitar 0,379 sampai 0381. Sedangkan di tahun 2021 sekitar 0,377 hingga 0,379.

Namun, apabila berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Maret 2020, angka kemiskinannya mencapai 9,78%. Meski mencatat penurunan sejak tahun 2012 yang sekitar 11,96%. Namun tentu di tahun ini diprediksi akan lebih tinggi dari target yang ditetapkan (nasional.kontan.co.id).

Pemerintah telah melakukan berbagai usaha bagaimana agar pandemi Covid 19 ini tidak terlalu berdampak kepada masyarakat, yang paling utama adalah pada sektor ekonomi. Salah satu usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah keringanan pembayaran listrik, BANSOS (Bantuan Sosial) dan masih banyak yang lainnya. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pemerintah tidaklah bisa melakukan semua kebijakan tersebut tanpa adanya kerja sama dari semua pihak agar pandemi covid 19 ini segera berlalu dan seluruh aktivitas manusia dapat berjalan seperti semula lagi dan perekonomian Indonesia dapat pulih kembali. Maka dari itu, selama pandemi Covid-19 ini begitu banyak aksi kedermawanan sosial yang telah dilakukan dari berbagai kalangan, baik itu perorangan, kelompok, perusahaan dan yayasan.

Indonesia adalah Negara yang terkenal dengan kedermawanannya, dimana di Indonesia tidak terlepas dari tradisi gotong royong dan tolong-menolong, seperti menyumbangkan uang, tenaga dan waktu kita untuk orang lain. Maka dari itu masyarakat Indonesia sudah tidak merasa asing lagi dengan tradisi semacam ini.

Suatu hal yang tidak boleh dilupakan adalah pilar-pilar sosial dan ekonomi bangsa Indonesia tidak hanya bertumpuh pada nilai tukar mata uang rupiah. Tetapi masih ada pilar sosial yang terus menerus menopang perekonomian masyarakat, yaitu lembaga filantropi umat Islam. Filantropi (Kedermawanan) adalah salah satu program yang dibuat untuk membantu masyarakat dalam rangka mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal dan lain sebagainya.

Istilah filantropi Islam menunjukkan adanya praktik filantropi dalam tradisi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau yang disingkat dengan ZISWAF.

Di dalam Alquran menjelaskan tentang bagaimana kedudukan dan peran filantropi khususnya zakat, infak dan shadaqah sebagai bukti  keimanan dan rasa kecintaan seseorang muslim terhadap perbuatan baik yang membawa keberuntungan dunia dan akhirat. Seperti yang terdapat pada surah At-taubah [9] ayat 6 dan 103, surah Al-baqarah [2] ayat 177 dan 261, surah Al-Imran [3] ayat 92, ayat 133 dan 134, surah Faathir [35] ayat 29 dan 30.

Dalam ekonomi Islam, peran ZISWAF lah yang menjadi peran penting dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi. Berbeda dengan ekonomi konvensional yang menyatakan bahwa permasalahan yang utama dalam perekonomian adalah kelangkaan, tetapi di dalam Islam menyatakan bahwa permasalahan ekonomi adalah tidak meratanya disutribusi kekayaan sehingga menyebabkan berputarnya harta tersebut hanya dikalangan orang-orang tertentu saja.

Program filantropi Islam ini memberikan bantuan pinjaman uang untuk modal usaha kepada masyarakat sekitar maupun masyarakat yang terkena dampak covid 19. Dan uang yang dipinjam boleh dicicil sesuai kemampuan mereka. Dari program ini banyak hal positif yang didapatkan yaitu salah satunya, melaui program ini banyak masyarakat yang perekonomiannya terbantu dari yang dulunya tidak memiliki usaha sekarang sudah mempunyai usaha sendiri dan ada juga masyarakat yang sudah memiliki usaha dari dulu, tetapi tetap ikut program filantropi Islam untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi. Dan program ini sama sekali tidak membani pemerintah karena program ini melibatkan tokoh masyarakat yang mau ikut bergabung dalam program ini.

Bantuan modal usaha saat krisis. Ditengah-tengah krisis, tidak sedikit sektor usaha atau UMKM yang harus berjuang bagaimana agar tetap eksis dan bisa bertahan. Usaha yang seperti ini sulit bertahan karena keterbatasan permodalan.

Keberadaan UMKM sebagai kelompok non-muzakki adalah kelompok yang sangat rentan untuk jatuh ke dalam kemiskinan dan bahkan kebangkrutan karena masalah ekonomi. Oleh karena itu, pemberian modal pada usaha adalah salah satu solusi sebagai sarana mengurangi dampak krisis ekonomi.

Jika pengoptimalan peran ZISWAF dilakukan di Indonesia, maka kesenjangan dan kemiskinan akan menurun drastis. Dan semakin banyak tokoh masyarakat yang mau ikut bergabung semakin banyak pula perekonomian masyarakat yang terbantu, apalagi dalam situasi sulit seperti ini pasti akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari.

Oleh karena itu, MUI mengajak seluruh umat Islam khusunya untuk kalangan orang-orang yang memiliki penghasilan yang berkecukupan untuk saling berlomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat) dengan menunaikan zakat, infaq, sadaqah untuk membantu meringankan beban saudara kita yang lebih merasakan dampak wabah virus corona.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

7 komentar

News Feed