oleh

Kapolda Sumut Pukul Palu tanda Dibukanya Supervisi Operasi Aman Nusa II

Rakyatsumut.com, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin membuka langsung Supervisi Operasi Aman Nusa ll dalam rangka penanganan corona virus disiease 2019.

Dalam kesempatan ini turut hadir Irwasda Polda Sumut dan PJU Polda Sumut menyambut Asops Polri yaitu Karo Jianstra Sops Polri selaku Ketua Tim, Brigjen Pol. Albert Teddy Benhard Sianipar, S.I.K, M.H, Bersama Anggota KBP. Wawan Kristyanto, S.I.K bertempat di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (3/8/2020).

Kapolda Sumut menyampaikan, Supervisi ini di laksanakan dalam rangka pengawasan dan pengendalian sekaligus untuk menggali data ataupun membahas apa yg menjadi kendala dalam rangka Ops Aman Nusa II di wilayah Sumut.

Katanya, beberapa daerah di sumut yang menjadi zona merah. Dengan positif covid kurang lebih 4.200 dan pasien yang meninggal dunia sekitar 180 orang.

“Salah seorang dokter gugus tugas penanganan covid -19 di Rs coloumbia meninggal dunia akibat covid -19, ini membuktikan bahwa virus covid ini menyerang semua kalangan,” jelas Kapolda.

Dalam rangka menangani virus covid -19, Polda Sumut turut melaksanakan program pemerintah untuk melaksanakan ketahanan pangan di seluruh daerah di Sumut. Begitu juga dengan Kampung tangguh yg sudah banyak di bentuk di daerah – daerah. Selain itu, Polda Sumut tetap terus mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran Protokol kesehatan agar masyarakat tidak lengah walaupun saat ini Indonesia memasuki fase adaptasi kehidupn baru.

Di akhir sambutannya, Kapolda Sumut memberikan hadiah tongkat untuk Brigjen Albert Sianipar sebagai putra daerah kebanggan yang berasal dari Sumut angkatan 94.

Kemudian Brigjen Albert Sianipar turut memberikan sambutan, katanya tujuan di laksanakan Supervisi untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat apa saja yang menjadi aktivitas selama pelaksanaan Ops aman Nusa ll, kedepan akan menjadi masukan untuk pimpinan kita untuk di laksanakan berikutnya. Rencananya Ops Aman Nusa II akan berlangsung hingga akhir tahun mengingat saat ini belum ada obatnya.

Editor: Damai Mendrofa

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed