oleh

Dinkes Paluta Gelar Pertemuan Penatalaksaan STBM

Rakyatsumut.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) gelar kegiatan pertemuan penatalaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk mewujudkan perilaku hidup masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Bappeda Paluta, Rabu (22/7/2020).

Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Puskesmas se-Kabupaten Paluta, petugas kesehatan, pihak TNI dalam hal ini Babinsa beserta undangan lainnya. Dan hadir sebagai narasumber Linda Christina Bangun dari Dinkes Provsu.

Dalam sambutannya, Kadis Kesehatan Kabupaten Paluta Sri Prihatin diwakili oleh Kabid Binkesmas Emi Sari Pohan menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan STBM di Kabupaten Paluta dapat berjalan optimal sehingga dapat merubah perilaku masyarakat agar hidup higiene serta memiliki sanitasi secara mandiri sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Dalam mengatasi permasalahan meningkatkan perilaku masyarakat agar lebih baik dalam pola hidup yang sehat tersebut, diperlukan peningkatan sarana/infrastruktur sanitasi dan peningkatan pemicuan oleh sanitarian puskesmas dan fasilitator desa. Dengan demikian akan mempercepat tercapainya status desa ODF (Open Defecation Free),” ujarnya.

“Kemudian, penting juga sosialisasi penyuluhan PHBS, advokasi peningkatan kesadaran, koordinasi yang strategis antar stakeholder baik lintas Program maupun lintas sektor, serta peningkatan kualitas SDM,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya berharap para peserta dapat memahami dan mampu mengimplementasikan 5 pilar STBM di wilayah kerjanya, dalam mendukung kelancaran implementasi perubahan perilaku higienis ditengah kehidupan masyarakat.

Sementara itu, narasumber Linda Christina Bangun dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah materi yang fokus terhadap strategi nasional STBM yang mencakup beberapa hal diantaranya program untuk mengajak masyarakat tidak BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan yang aman dan mengelola sampah dan limbah rumah tangga.

Ia juga menjelaskan tentang konsep pelaksanaan dan pendekatan STBM yang dilakukan di masing-masing tingkatan.

“STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Kita harus bergandeng tangan mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat demi menciptakan generasi emas di negara kita ini,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta kerjasama semua pihak mulai dari pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten, TNI dan seluruh elemen masyarakat terkhusus petugas kesehatan di Puskesmas agar bergandeng tangan untuk mengajak dan merubah pola pikir (mindset) masyarakat untuk berperilaku hidup sehat seperti tidak BAB sembarangan dan menggunakan air bersih setiap saat.

“Faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya bagi seseorang itu bisa sehat atau sakit. Seperti air yang digunakan tidak sehat, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang,” pungkasnya.

Editor: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed