oleh

Mengarit Lidi Sawit, Tren Pekerjaan Sampingan Kaum Ibu di Sihopuk Baru

Rakyatsumut.com, Beberapa bulan terakhir ini, pekerjaan sampingan mengarit Lidi Sawit menjadi tren bagi masyarakat di Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur (Haltim), Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Hal ini dikarenakan lidi sawit memiliki harga jual yang semakin menggiurkan, mencapai hingga Rp2.500,- per kilogram. Selain itu pengerjaan mengarit lidi sawit ini pun tidak susah, dan modalnya hanya dengan memanfaatkan pelepah pohon sawit untuk diambil lidinya.

Pekerjaan mengarit lidi sawit di Desa Sihopuk Baru didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga, karena bisa dikerjakan untuk mengisi waktu luang. Di antaranya Nur Asia Dalimunthe. Ibu rumah tangga satu anak ini kepada Rakyatsumut.com menuturkan, pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga ini sangat membantu perekonomian rumah tangga.

Pasalnya dalam seminggu ia mampu mengumpulkan sedikitnya 30 kilogram lidi sawit. Kemudian lidi sawit yang sudah terkumpul akan dijual kepada agen atau pengepul yang ada di desanya. Bila harga lidi sawit tersebut Rp2.500/kg, penghasilan Nur dari mengarit lidi tiap bulannya cukup lumayan.

BACA JUGA:

“Hasilnya lumayanlah buat tambah-tambah uang belanja dan biaya anak sekolah. Kalau ingin hasil yang lebih banyak, ya tinggal diseriusin aja ngarit lidinya,” ungkapnya, Selasa (21/7/2020).

Nur menambahkan, selain dari pelepah sawit milik sendiri, jika ingin mendapatkan bahan yang lebih banyak untuk mengarit lidi ia bersama ibu-ibu rumah tangga lainnya harus pergi ke kebun sawit milik warga lain atau milik perusahaan.

“Biasanya kita kesana pada saat para pemanen sawit melakukan pengegrekan pelepah pohon sawit. Sebelum mengambil pelepahnya kita selalu minta izin terlebih dahulu pada pekerja kebun atau pemilik kebun. Mereka juga senang sebab kebun sawit mereka tampak lebih bersih,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai fungsi lidi sawit, Nur mengaku tidak tahu jelas fungsi lidi tersebut untuk apa. “Ada yang bilang lidi tersebut untuk bahan baku membuat kanvas rem, bisa juga buat anti nyamuk. Lidi tersebut sepertinya dibawa ke daerah Kisaran dan Medan, mungkin di sana ada pabriknya,” pungkasnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed