oleh

Kapolda Sumatera Utara Dampingi Kunjungan Kerja Dua Menteri di Sumut

Rakyatsumut.com, Dua menteri kabinet Indonesia Maju 2019-2024, yakni Menteri koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja di Sumatera Utara.

Kunjungan kerja dua menteri yang dilakukan sejak Kamis (2/7/2020) tersebut, dalam rangka koordinasi kesiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Wilayah Sumatera Utara.

Selain melakukan koordinasi terkait persiapan dan pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19, keduanya juga bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Selama melakukan kunjungan kerja dua hari di Sumatera Utara, Mahfud MD dan Tito Karnavian didampingi oleh Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa, bayak yang khawatir jika Pilkada serentak akan menjadi media penyebaran virus Corona. Untuk itu dirinya berharap, agar pemerintah Sumatera Utara menjadikan gelaran Pilkada serentak 2020 sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Untuk Sumatera Utara, ada 22 dari 33 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada. Harapan kami kepada tokoh masyarakat, mungkin ada kekhawatiran dari kita bahwa pilkada ini akan menjadi media penyebaran COVID-19. Kita jadikan tantangan ini menjadi peluang untuk menekan penyebaran COVID-19,” katanya.

Menurut mantan Kapolri ini, salah satu cara untuk menekan angka penyebaran Covid-19, dengan menjadikan isu pandemi Covid-19 sebagai isu central yakni menjadikan isu penanganan pandemi sebagai isu paling utama dalam Pilkada.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah Sumatera Utara diharapkan mampu mengelola Pilkada serentak dengan baik untuk menjadikan Sumut lebih hijau dan aman dari Covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan bekerjasama mulai dari unsur pemerintah daerah, TNI dan Polri.

“Semoga Sumut lebih aman dan hijau dari Covid-19 dan agenda politik untuk menemukan kepala daerah yang efektif bisa menangani Covid-19, memiliki legitimasi yang kuat karena memang dipilih oleh rakyatnya,” ungkapnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed