oleh

Keluarga Pasien Covid-19 di Sibolga Sempat Menolak Saat Dievakuasi

Rakyatsumut.com, Keluarga dari pasien NS (67) yang dinyatakan positif covid-19 di Kota Sibolga, Sumatera Utara, sempat melakukan penolakan saat hendak dievakuasi oleh tim gugus tugas covid-19 kota Sibolga, Kamis (25/6/2020) malam.

“Sebelumnya mereka menolak, namun kita tunjukkan hasil TCM (Tes Cepat Molekular) mereka pun mau diisolasi di wisma atlet,” ujar Camat Sibolga Utara, M I Rumapea kepada awak media.

Diketahui, keluarga pasien tersebut beralamat di Jalan Kamboja, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara. Saat didatangi tim gugus tugas, kata Rumapea, keluarga mengaku tidak mengetahui jika NS sudah ditetapkan sebagai pasien covid-19.

Amatan Rakyatsumut.com saat evakuasi berlangsung, penolakan yang dilakukan pihak keluarga termasuk meminta agar tidak foto-foto mereka tidak diambil.

“Jangan difoto, kalau kalian memfoto kami, kami tidak mau diisolasi,” ucap seorang keluarga pasien.

BACA JUGA: Begini Kronologi Warga Sibolga Terpapar Covid-19

Kendati sempat menulai penolakan, evakuasi tersebut akhirnya berhasil dilakukan. Mobil ambulans akhirnya membawa keluarga NS yang terdiri dari suami, anak dan cucu pasien ke wisma atlet yang terletak di Kelurahan Aek Parombunan.

“Di sini tujuh orang, empat orang dewasa dan tiga anak-anak,” kata Rumapea.

Terlihat, usai evakuasi terhadap keluarga NS dilakukan, para petugas gugus tugas pun melakukan penyemprotan disinfektan di rumah dan sekitar lingkungan tersebut.

Sementara Rumapea berharap, masyarakat Jalan Kamboja, Kelurahan Simaremare dimana kediaman pasien berada, agar bersikap koperatif kepada pihak pemerintah. Misalnya agar bersedia menjalani rapid test, terutama yang pernah kontak dengan pasien.

BACA JUGA: 3 Lingkungan Warga Sihaporas Lockdown, Dinsos Siapkan Nasi 1.935 bungkus Tiap Hari

“Kita meminta warga jujur, kalau pernah melakukan kontak dengan pasien, ini demi kebaikan bersama, agar penyebaran wabah Covid-19 tidak meluas,” imbaunya.

Terlihat, di akses menuju jalan Kamboja telah dilakukan pembatasan, yakni dengan memasang portal dari bambu, tepatnya di depan makam pahlawan.

Keluarga di Kelurahan Pancuran Bambu Juga Sempat Menolak Evakuasi

Penolakan evakuasi dari keluarga pasien NS tidak saja terjadi di Kelurahan Simare-mare. Camat Sibolga Sambas Syamsir Situmeang juga mengaku, penolakan dari keluarga pasien di Gang Maninjau, Kelurahan Pancuran Bambu juga terjadi.

“Mereka (keluarga pasien-red) minta isolasi mandiri, namun karena sesuai perintah atasan mereka akhirnya mau diisolasi,” kata Syamsir.

Dia menyebut, keluarga pasien dari wilayah kecamatannya berjumlah 4 orang. Terdiri dari suami istri dan kedua anaknya.

BACA JUGA: Berikut data Perjalanan Suami-Istri Asal Tapteng Positif Covid-19

Anak Pasien NS yang Baru Menikah Juga Diisolasi

Sementara itu, saat di wisma atlet, juga terlihat 2 orang pasangan suami istri yang merupakan anak pasien NS. Keduanya diketahui menikah pada tanggal 19 Juni lalu di Desa Pargodungan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Camat Syamsir menuturkan, terhadap pasangan suami istri tersebut rencananya juga akan dilakukan isolasi.

“Mereka hendak isolasi mandiri namun kita belum tahu, apakah mereka diisolasi disini atau isolasi mandiri,” kata Syamsir.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed