oleh

Perkiraan Bank Indonesia Tentang Laju Pertumbuhan Ekonomi 

Rakyatsumut.com, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Suti Masniari Nasution gelar Media Brifing mengenai Kebijakan Bank Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

Kegiatan Media Brifing tersebut dilaksanakan di Graha Nauli Bank Indonesia, yang dipimpin langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Suti Masniari Nasution, Rabu (24/6/2020).

Suti mengatakan, pandemi Covid-19 mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan nasional, pihaknya juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali meningkat pada triwulan ke tiga usai mengalamai penurunan di triwulan ke dua, yang mana konsumsi rumah tangga dan investasi yang menurun sejalan dengan  diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Bank Indonesia memprediksi proses pemulihan ekonomi akan mulai menguat pada triwulan III, Pembatasan aktivitas ekonomi sebagai langkah penanganan Covid-19, beresiko menurunkan pertumbuhan ekonomi global 2020, lebih besar dari prakiraan awal, namun demikian kontraksi volume perdagangan dunia dan penurunan harga komoditas dalam prakiraan sebelummnya,” ujar Suti.

Masih kata Suti, pihaknya juga telah mendorong Kabupaten/ Kota dijajarannya sesuai keunggulan dari daerah tersebut untuk mempermudah pemulihan ekonomi, seperti pertanian, perikanan, perdagangan, UMKM maupun industri kreatif lainnya, dirinya menerangkan secara spesifik dalam rangka mendorong menjalankan new normal, pihak Kabupaten/Kota masih melakukan pembahasan.

“Misalnya Tarutung, kita stimulasi dibidang pertanian yang menjadi unggulan daerah tersebut, begitu juga daerah lainnya jika sektor unggulannya perikanan, intinya mendorong pemulihan ekonomi sesuai keunggulan daerah masing-masing,” tuturnya.

Suti menyampaikan, berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2020, BI7DRR turun 25 bps menjadi 4,25%, suku bunga deposit facility juga turun 25 bps menjadi 3,50% dan suku bunga lending facility turun 25 bps menjadi 5,00%. Fokus kebijakan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perkonomian dan mendorong pemulihan ekonomi diera Covid-19.

“Kedepan BI tetap melihat ruang penurunan suku bunga, seiring rendahnya tekanan inflasi, serta BI akan memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam rupiah, baik secara harian dan rerata sebesar 1,5% pertahun, dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK, efektif berlakunya mulai Agustus 2020,” pungkasnya.

Terkait nilai tukar rupiah, Suti mengatakan mengalami peningkatan dibulan Juni dibandingkan dengan bulan Mei yakni nilai tukar rupiah mengalami apresiasi sebesar 3,75% (ptp) atau 5,69% secara rerata, dibulan Mei, meski terdepresiasi sebesar 1,42% bibandibandingkan dengan level akhir 2019.

“Penguatan rupiah ini ditopang oleh meredanya ketidakpastian padsar keuangan global, tingginya daya tarik aset keuangan domestik, kemudian kepercayaan investor asing terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang masih tetap terjaga,” lanjutnya.

Suti pun berharap agar pemulihan ekonomi ini segera teratasi, dan pihaknya tetap melakukan kordinasi dengan kabupaten/kota diwilayah kerjanya, dan akan kembali melakukan sosialisasi mengenai QRIS agar masyarakat akan beralih ke transaksi non tunai.

“Dalam waktu dekat kita akan ke Tarutung, guna melakukan pelatihan serta mensosialisasikan kepada penenun disana untuk beralih ke transaksi non tunai,” pungkasnya.

Editor: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed