oleh

Penumpang Kapal Nelayan Mati Mesin di Perairan Mursala: Tiga Jam Kami Terombang-ambing

Rakyatsumut.com, Sebanyak 39 penumpang Kapal Nelayan KM Doa Poma yang sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara akhirnya berhasil di evakuasi, Minggu (21/6/2020).

KN SAR Nakula yang membawa penumpang telah bersandar di PPN Sibolga. Tim SAR Gabungan mengevakuasi para penumpang sekitar pukul 16:30 WIB di 2 lokasi, yakni di Pulau Putri dan di peraian Pulau Situngkus. Selanjutnya para penumpang diserahkan kepada perwakilan keluarga.

Abdi Tanjung (46) seorang penumpang kapal nelayan tersebut menuturkan pengalaman tersebut. Ia dan rombongan berasal dari tim sepakbola Old Creak. Tim ini merupakan pesepakbola lawas dari kota Sibolga. Rencananya, rombongan berjumlah 39 orang itu berangkat untuk berwisata di Pulau Kalimantung.

Korpos SAR Sibolga Hari Susanto saat serah terima para penumpang kepada pihak keluarga. Foto: Rakyatsumut.com/ Damai Mendrofa
Korpos SAR Sibolga Hari Susanto saat serah terima para penumpang kepada pihak keluarga. Foto: Rakyatsumut.com/ Damai Mendrofa

Dia menyebut, ia dan rombongan berangkat dari Tangkahan di Sibolga sekitar pukul 09:00 WIB. Dalam perjalanan, mesin kapal rusak dan mati sekitar pukul 10:30 WIB.

“Jam setengah sebelas mati kapal, kurang lebih tiga jam terombang ambing, panik muntah,” kata Abdi.

Penuturan warga Kelurahan Aek Habil tersebut, evakuasi sempat dilakukan kepada anak-anak ke Pulau Putri. Namun situasi kian memburuk, awan semakin gelap dan angin kencang.

“Jadi cuaca semakin buruk, dan tak bisa lagi mengevakuasi jadi kapal terus terombang ambing. Ketinggian ombak adalah tiga sampai empat meter,” tuturnya.

Abdi mengaku bersyukur akhirnya selamat dari musibah. Ia juga mengaku berterimakasih kepada Tim SAR yang telah mengevakuasi ia dan rombongan.

Sementara, Kakansar Nias M Agus Wibisono diwakili Kapten KN SAR Nakula Arotama Telaumbanua yang didampingi Korpos SAR Sibolga Hari Susanto menyebut, evakuasi telah selesai dilakukan. Semua penumpang kapal KM Doa Poma berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kendati Arotama mengingatkan agar para penumpang tersebut kedepan lebih berhati-hati menggunakan kapal. Kepada para pemilik kapal ia juga menyarankan agar menerapkan standar penggunaan kapal yang aman.

“Tadi kami mengimbau agar mengenakan life jacket, dan agar kapal menggunakan GPS, jadi saat pencarian kami tidak lagi meraba-raba,” kata Arotama.

Kapal Berpenumpang 40 Orang Mati Mesin di Seputaran Mursala, Basarnas Nias Berangkatkan Personel

Sebelumnya kapal nelayan tersebut dilaporkan mati mesin di seputar perairan Pulau Mursala, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (21/6/2020).

Mendapatkan laporan tersebut, Basarnas Nias Pos SAR Sibolga, memberangkatkan personelnya. KN SAR Nakula pun dikerahkan.

Para penumpang kapal nelayan saat dievakuasi ke KN SAR Nakula. Foto: Istimewa
Para penumpang kapal nelayan saat dievakuasi ke KN SAR Nakula. Foto: Istimewa

 

“Kita menerima laporan dari pak Sayuti, keluarga penumpang di kapal tersebut. Hingga sore ini kapal berpenumpang 40 orang belum kembali,” kata Kakansar Nias M Agus Wibisono melalui Korpos Sibolga Hari Susanto kepada Rakyatsumut.com dalam pesan singkat.

Hari menyebut, kapal nelayan berjenis Pukat Cincin GT 25 tersebut membawa puluhan penumpang dari Tangkahan di Kota Sibolga.

Para penumpang rencananya ingin berwisata ke Pulau Kalimantung. Namun mesin kapal mati. Pihak keluarga pun meminta bantuan Basarnas melakukan evakuasi.

“Evakuasi melibatkan 12 personel ABK KN SAR Nakula, rescuer Pos SAR Sibolga sebanyak 4 orang, Polair Mabes 2 orang da keluarga 3 orang,” sebut Hari.

Diketahui, saat kejadian kondisi di perairan Pantai Barat diguyur hujan ringan hingga deras. Selain hujan, angin juga berhembus kencang. Diprediksi kondisi perairan tersebut sedang tidak stabil.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed