oleh

Warga Hendak Komplain Soal Pembayaran Listrik yang Melonjak, Satpam ULP PLN Medan Johor: Abang ada Surat Ijin Merekam Gak?

Rakyatsumut.com, Warga di Kota Medan, Sumatera Utara, mengaku mendapatkan pelayanan tidak mengenakkan dan terkesan aneh saat mendatangi Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Medan Johor.

Fuad, warga yang mengungkap pelayanan tidak mengenakkan dan terkesan aneh itu. Fuad mengaku mendatangi ULP PLN Medan Johor, Rabu (17/6/2020) sekitar pukul 10:45 WIB.

Ia mengaku hendak meminta keterangan sekaligus pernyataan keberatan atau complain terkait tagihan listrik di rumahnya yang tidak seperti biasanya.

“Dari biasa 300 ribuan menjadi 700 ribuan untuk tagihan bulan Juni ini. Padahal bulan lalu (Mei-red) rumah tersebut tidak ditempati,” ungkap Fuad kepada Rakyatsumut.com.

Fuad yang dikenal merupakan dosen di Universitas Medan Area (UMA) tersebut mengatakan, keluhan yang sama juga dialami warga lain. Karena saat bersamaan banyak warga yang juga mengantri menunggu pelayanan.

“Dari obrolan ternyata semua punya keluhan yang sama. Adanya tagihan yang tidak masuk akal bahkan naik 100 persen dari tagihan biasa,” kata Fuad.

Karena keluhan yang sama tersebut, lantas Fuad pun berinisiatif ingin mendokumentasikan kedatangannya ke kantor ULP tersebut. Ia merekam video menggunakan gawai.

Namun tiba-tiba, seorang satpam atau petugas keamanan di ULP tersebut bernama Andarias Ginting mendatangi dirinya dan menegur agar tidak merekam di lokasi tersebut.

“Abang ada ijin gak? Kita sebagai pengaman di sini, ijin untuk merekam, kita hanya menjalankan SOP di sini,” kata Andarias dikutip Rakyatsumut.com dari video rekaman yang dikirim Fuad.

“Ijin apa pak? Saya ke kantor PLN, ke perusahaan milik negara dilarang merekam, yang melarang namanya siapa?” kata Fuad menjawab pertanyaan petugas itu.

“Ijin apa? Saya ngerekam ke kantor wali kota saja bisa, mengapa ke PLN gak bisa? Yang melarang siapa namanya? Bisa sebutkan namanya? Siapa manajernya, kenapa dilarang? Kalau perusahaan swasta saya tahu, tapi kalau perusahaan milik neagara kenapa dilarang? Jangan membodoh-bodohi masyarakat lah,” ucap Fuad lagi.

BACA JUGA:

Mendapat jawaban dari Fuad, terlihat Andarias kemudian masuk ke dalam kantor ULP dan agaknya bertemu dengan seseorang. Namun tak lama, ia kembali keluar dan kembali mendebat alasan Fuad merekam video.

“Abang ada surat ijin ada gak, tujuan untuk merekam ini apa? Kita kan perlu tahu juga tujuannya apa?,” ucap Andarias.

Fuad pun kembali mempertanyakan alasan pelarangan kepada dirinya melakukan perekaman.

“Saya warga negara, saya bebas merekam, tujuannya biar saya tahu bagaimana prosesnya, bagaimana mengkomplain tagihan, karena banyak ini yang mengkomplain tagihan,” jawab Fuad.

VIDEO: Detik-detik Security ULP PLN Medan Johor Larang Pelanggan Dokumentasikan Aksi Komplain

Atas peristiwa tersebut, Fuad mengaku kecewa dengan pelayanan di kantor ULP tersebut.

“Cukup kecewa memang dengan kinerja PLN ini, sudah arusnya sering mati, tagihan tidak jelas, pelayanan pelanggannya pun seperti ini. Lupa kalau mereka itu perusahaan publik,” pungkas Fuad kesal.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed