oleh

Disebut Halangi Keberangkatan Truk, KSOP Sibolga: Kami Hanya Menjalankan Protokol Kesehatan

Rakyatsumut.com, Terhambatnya para supir truk dan kernet untuk melakukan perjalanan ke Pulau Nias karena diwajibkan melakukan rapid test ditanggapi oleh Kepala KSOP Sibolga Augustia Waruwu.

Kepala KSOP Sibolga mengatakan, bahwa pihaknya tidak berniat menghalangi para supir untuk melakukan perjalanan. Namun, Augustia mengaku hanya melaksanakan tugas sesuai  surat edaran tim gugus tugas nomor 7 mengenai persyaratan yang harus dipatuhi, Senin (15/6/2020).

“Yang berangkat ini tidak memenuhi persyaratan, karena di poin surat edaran tersebut mengatakan, setiap keberangkatan diharuskan melakukan rapid test dan PCR, jadi disini mereka tidak ada menunjukkan surat bahwa mereka sudah melakukan rapid test,” ujar Augustia.

Augustia menambahkan, alasan lain tidak memberikan para supir tersebut berangkat karena mereka belum mempunyai tiket untuk melakukan penyeberangan.

“Selain belum rapid tes mereka sampai saat ini belum memiliki tiket,” tambahnya.

Masih kata Augutia, sampai saat ini pihaknya sedang melakukan komunikasi kepada daerah tujuan para supir tersebut, dirinya juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan memenuhi titik terangnya, yakni untuk  daerah Teluk Dalam telah memberikan kelonggaran yakni hanya dengan surat kesehatan saja mereka boleh melakukan penyeberangan.

“Sabtu kemarin kita sudah terima dari Bupati Teluk Dalam yang telah ditandatangani dan distempel bahwa supir yang menuju daerah tersebut cukup hanya menunjukkan surat keterangan kesehatan saja,” lanjutnya.

Terkait adanya issu bahwa hasil rapid test yang berlaku hanya diterima dari salah satu  rumah sakit yang telah dihunjuk, Augustia membantahnya karena pihaknya tidak membeda-bedakan hasil rapid tes darimanapun.

“Mau dimanapun dia rapid test, itu berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya khusus di pelabuhan Sibolga, hanya saja untuk rapid test berlaku selama tiga hari dan untuk  PCR berlaku selama satu minggu,” pungkasnya.

Terkait terhambatnya perjalanan para supir truk, Augustia menuturkan aktivitas berjalan dengan normal tanpa ada hambatan.

“Semua aktivitas di pelabuhan  berjalan normal seperti biasa,” tuturnya

Augustia menduga ada pihak-pihak yang menunggangi maupun mengambil keuntungan terkait permasalahan para supir tersebut.

“Mungkin ada dibelakang mereka (supir) itu, kami sudah tahu siapa semua dibelakang ini, yang mengambil suatu kepentingan dan keuntungan kami sudah tahu, namun sepanjang kita berjalan ditempat yang benar apa yang kita takutkan,” tutupnya

Malam tadi pihak Gunung Sitoli sudah mengeluarkan surat terkait kondisi para supir yang tertahan di pelabuhan Pelindo Sibolga, yakni isinya sama dengan surat yang dikeluarkan oleh Bupati Teluk Dalam, dengan memperbolehkan para supir untuk menyeberang dengan syarat hanya menunjukkan surat keterangan kesehatan.

Editor: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed