oleh

Dikatai Gila, Cerita Pengendara Becak di Sibolga yang Terapkan Protokol Covid-19

Rakyatsumut.com, Di tengah wabah yang terjadi saat ini, masyarakat dituntut untuk sadar tentang bahaya covid 19 dan harus mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan aktifitas keseharian.

Itu juga yang dilakukan Berlin Marihot Silaban (40), warga jalan Kemuning, Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Pria yang keseharian bekerja sebagai abang becak ini menerapkan protokol kesehatan di becak yang bawa.

Protokol kesehatan yang diterapkan Berlin, yakni dengan menyediakan sarana cuci tangan, mewajibkan penumpangnya mengenakan masker serta hanya mengangkut seorang penumpang saja.

Becak milik Berlin yang terapkan protokol kesehatan. Foto: Rakyatsumut.com/ Mirwan Tanjung
Becak milik Berlin yang terapkan protokol kesehatan. Foto: Rakyatsumut.com/ Mirwan Tanjung

Apa yang dilakukan Berlin untuk melindungi diri dan keluarga serta penumpang yang dia bawa. Meski, ia mengaku hal tersebut beresiko pada pendapatannya.

“Kalau penumpangnya dua orang yang satunya akan saya saran kan kepada becak yang lain, bahkan karena aturan yang saya terapkan kepada penumpang, mereka gak jadi naik becak saya,” ujarnya kepada awak media, Jumat (12/6/2020).

Tidak saja berdampak pada pendapatan, Berlin bahkan oleh warga lain dan dtetangga dikatai kurang kerjaan bahkan gila, termasuk istrinya sendiri.

“Pernah dapat cibiran dari warga, ini gak bisa seperti ini, bahkan istri saya sendiri mengatai saya orang gila,” ucap Berlin.

BACA JUGA:

Mendapatkan cibiran, Berlin mengaku tak surut semangatnya, untuk tetap bekerja tetapi tetap menjaga keselamatan diri keluarga dan penumpangnya.

Berlin mengaku sadar betul, hanya dengan cara tersebut dia akan tetap bertahan dan melanjutkan hidup dan keluarganya.

Fasilitas Kesehatan Disediakan Sendiri

Berlin menyebut, fasilitas yang disediakanya di becak ia rogoh dari kantongnya sendiri. Dia bercerita, sempat dihambat orang yang hendak memberikan bantuan kepadanya.

“Ini biaya sendiri bang, Pernah saya saat melintas tiba-tiba dihambat, ternyata untuk ngasih bantuan sembako,” katanya tersenyum mengingat kisah itu.

Berlin pun mengaku berharap, rekan-rekan pengendar becak lainnya juga turut memberlakukan anjuran pemerintah seperti yang telah ia lakukan.

“Untuk sesama penarik becak mari kita sama-sama waspada agar terhindar dari wabah Covid-19. Semoga wabah ini cepat berlalu,” harap Berlin.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed