oleh

Bebas Berkat Asimilasi, Kaki Dewan Ditembak Lantaran Terlibat Kejahatan

Rakyatsumut.com, Dewan Ramadan, salah seorang diantara para terpidana yang mendapat kesempatan bertobat melalui program asimilasi dari pemerintah dimasa pendemi Covid-19. Namun, kesempatan menghirup udara segar itu di sia-siakan.

Pria berusia 22 tahun itu kembali ditangkap petugas kepolisian dari Tim Khusus Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Umum Polrestabes Medan, lantaran terlibat tindak kejahatan jalanan. Dewan ditengarai melakukan aksi penjambretan di Jalan Sutrisno, Medan.

Korbannya seorang wanita, yang saat itu tengah menumpangi becak bermotor (Betor). Darmaida Sidabutar (49) warga Jalan MJ Manurung Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, mengalami luka akibat terseret di aspal.

Beruntung Dewan “berhasil” kabur dan lolos dari amuk masa, dengan menggondol barang-barang korban berupa dua unit handphone, uang Rp1 juta dan surat berharga milik korban. Pasca peristiwa yang terjadi pada Minggu (7/6/2020) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, korban membuat laporan polisi.

“Setelah menerima laporan korban, Tim Sus Unit Pidum kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera CCTV dan menangkap satu pelakunya, ternyata seorang residivis dan juga eks napi asimilasi,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Kamis (11/6/2020).

BACA JUGA:

Polisi yang mengendus keberadaan Dewan, terus memburunya dan menangkap tersangka saat berada di Jalan Perhubungan Desa Lau Dendang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tak jauh dari kediamannya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika dalam aksi kejahatan tersebut, Dewan bersama dengan tiga tersangka lain yang masih buron. Saat dilakukan pengembangan, Dewan mencoba kabur dan dilumpuhkan petugas dengan menyarangkan peluru di kakinya.

“Jadi saat dilakukan pengembangan mencari tiga tersangka lain, Dewan melakukan perlawanan terhadap petugas, hingga dilakukan tindakan tegas dan keras dengan menembak kakinya,” ungkap AKBP Ronny.

Usai dilumpuhkan, petugas selanjutnya membawa tersangka untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Diketahui, tersangka Dewan telah berulang kali melakukan tindak pidana dan masuk sel. Pada tahun 2017 ia ditangkap atas kasus pencurian. Selanjutnya pada 2018, tersangka terlibat tindak pidana perampokan dan ditangkap, lalu bebas berkat program asimilasi.

“Tiga tersangka lain yang merupakan rekan tersangka Dewan, sedang kita buru,” pungkas AKBP Ronny Nicholas.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed