oleh

DPO Jaringan Narkotika Internasional Dibekuk Polres Taput Saat Tidur di Teras Warga

Tanggal 6 Juni malam, kedua tersangka kelelahan dan berhenti di teras rumah warga untuk istrahat tidur di Desa Pancur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Taput.

Rakyatsumut.com, Dua orang DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus peredaran Narkotika jaringan internasional, berhasil dibekuk Polres Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

“Kedua tersangka berhasil kita amankan minggu (7/6/2020)  pukul 13:00 WIB, dari Desa Pancur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Taput,” kata Kapolres Taput AKBP Jonner Samosir dalam keterangan tertulis diterima Rakyatsumut.com, Rabu (10/6/2020).

Kedua tersangka masing-masing Muhammad Khairul Azmi (29) warga Desa Tanjung Meuyee, Kecamatan Tanah Jambo Ayee Kabupaten Aceh Utara dan Muslim,  (45) warga Desa Tanjung Meuyee Kabupaten Aceh Utara.

Penangkapan tersebut kata Kapolres Jonner, dilakukan atas kerjasama dengan warga setempat. Kedua tersangka dicurigai. Lantas, warga menghubungi kepolisian setempa.  Polres Taput pun menurunkan tim Opsnal ke lokasi sebagaimana laporan warga.

“Dari hasil pemeriksaan unit narkoba kita, kedua tersangka mengakui bahwa mereka adalah DPO dari BNN pusat. Atas terjadinya penggrebekan gudang beras tempat mereka bekerja di Cikarang Baru, Jawa Barat telah di grebek petugas BNN pusat pada tanggal 28 Mei, karena dijadikan sebagai tempat penyimpanan narkoba,” beber Kapolres.

Dia menambahkan, kedua tersangka merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional, di mana gudang beras yang digrebek BNN adalah tempat penyimpananan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi yang kendalikan oleh seseorang berinisla F dari Malaysia.

Keduanya melarikan diri sebelum gudang digerebek.  Kedua tersangka mengaku disuruh Faisal untuk menjemput mobil L300 boks di depan Rumah Sakit Mitra Keluarga dan membawanya ke gudang Cikarang Baru, Bekasi Utara.

Kemudian F menelepon dari Malaysia agar memuat mobil tersebut dengan 32 Karung beras beserta 66 bungkus sabu yang diselipkan ke masing-masing karung beras tersebut. kemudian keduanya disuruh mengantar ke depan Rumah Sakit Mitra Keluarga dan meninggalkan mobil dan kuncinya.

Setelah keduanya meninggalkan mobil dan kunci beserta isinya di depan Rumah Sakit Mitra Keluarga, lalu keduanya kembali ke gudang beras tersebut dengan berjalan kaki.

Setibanya di depan gudang, kedua tersangka melihat, gudang mereka telah di grebek oleh BNN dengan memakai senjata dan anjing pelacak dan mereka pun melarikan diri.

“Merasa tidak nyaman bersembunyi di daerah Cikarang, keduanya pun sepakat untuk kembali pulang ke Aceh daerah asalnya,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, pada tanggal 3 Juni, kedua tersangka pun pulang ke Aceh dan menumpang bus dari Tangerang dan membawa satu unit sepeda motor. Sebelum keduanya naik bus tujuan Medan, mereka sudah membeli surat keterangan sehat yang palsu menyatakan bebas covid -19.

Berlanjut pada tanggal 4 Juni, bus yang ditumpangi keduanya mengalami kerusakan di Bukit Tinggi lalu mereka sepakat turun dan melanjutkan perjalanannya ke Medan dengan naik sepeda motor. Dan pada tanggal 6 Juni malam, kedua tersangka kelelahan dan berhenti di teras rumah warga untuk istrahat tidur di Desa Pancur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Taput.

Menyaksikan hal tersebut, pada 7 Juni pagi, pemilik rumah merasa curiga atas kedua orang tersebut lalu melaporkan kepada Kepala Desa. Kepala Desa menghubungi Polres Taput dan Tim Opsnal pun turun ke lapangan dan langsung mengamankan ke kantor serta melakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka, ditemukan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merek Oppo, KTP palsu atas nama Harus Munandar, dan Muhammad Khairul Azmi. Kartu BPJS atas nama Muslem, SIM C atas nama Muslem, surat rapid test yang diduga palsu atas nama Romi Sadana dan Haris Munandar.

Ditemukan juga satu unit dompet warna hitam, satu buku Hikayat Nabi Muhammad, uang tunai sebesar Rp2.100.000, satu unit sepeda motor merek Honda Beat, satu lembar STNK, serta satu lembar BPKB.

“Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti langsung kita antar ke Direktorat Narkoba Polda Sumut untuk diserahkan ke BNN,” tutup Kapolres.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed