oleh

Candi Bahal Portibi di Tengah Pandemi

Rakyatsumut.com, Merebaknya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat sektor pariwisata heritage di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terpengaruh.Pasalnya untuk menekan resiko penyebaran Covid-19 di wilayah Paluta, lokasi wisata heritage Candi Bahal Portibi ditutup sementara.

Hal itu dilakukan untuk menindak lanjuti Surat Edaran Bupati Paluta Nomor : 430/1833/DISDAR/2020 Tentang Pencegahan Penularan dan Penyebaran Coronavirus Diseas (Covid-19) di Wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara, tertanggal 6 April 2020 lalu.

Ditutupnya lokasi wisata Candi Bahal Portibi juga berimplikasi pada sektor ekonomi masyarakat sekitar. Para pedagang di sekitar lokasi candi mengeluhkan sepinya pengunjung sangat mempengaruhi omset usaha mereka.

Umak Albaiq, salah seorang pedagang di sekitar lokasi candi, mengaku sejak dilakukannya penutupan sementara lokasi wisata Candi Bahal Portibi membuat pengunjung sepi dan berimbas pada putaran dagangannya.

“Semenjak pandemi Corona merebak, Candi sepi pengunjung, dagangan kita pun jadi ikut sepi pembeli,” ungkapnya, Selasa (9/6/2020).

“Tapi syukurlah, kita sedikit lega, karena banyak pemberitaan di berbagai media katanya Pemkab Paluta sedang lakukan sosialisasi New Normal, mudah-mudahan lokasi wisata Candi ini pun segera dibuka kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Paluta melalui juru bicara tim Lairar Rusdi Nasution, mengatakan bahwa terkait penerapan skenario New Normal, untuk pembukaan kembali lokasi destinasi wisata, termasuk lokasi Candi Bahal Portibi sedang dalam tahapan pembahasan.

“Masih dalam tahap pembahasan, nanti kalau sadah ada keputusan, akan segera kita umumkan,” jelas Lairar kepada Rakyatsumut.com melalui pesan WhatsApp-nya.

Editor: Rommy Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed