oleh

Tak Sengaja Penyu Tersangkut Pancing, yang Dilakukan Pemancing di Sibolga ini Layak Ditiru

Rakyatsumut.com, Sebanyak 4 orang pemancing, Nas, Erik dan 2 rekannya di Perairan Pulau Poncan Ketek, Kota Sibolga, Sumatera Utara, dikejutkan tarikan berat saat mata kail tersangkut seekor Penyu, Minggu (7/6/2020) sore.

Tali joran digulung para pemancing. Semakin dekat ke permukaan, kian jelas Reptilia itu berjenis Penyu Hijau bernama latin Chelonia Mydas berbobot sekitar 15 an kilogram. Penyu dalam usia muda.

Mata kail tersangkut tak sengaja di kaki Penyu dan tak bisa lepas, kecuali dilepaskan para pemancing. Penyu lantas diangkat ke perahu, dan mata kail dilepas.

“Tadi sore sekitar jam enam terpancing,” kata Nas, sapaan akrab pemancing itu kepada Rakyatsumut.com.

Usai kail dilepas, Nas dan rekannya mengabadikan momen langka itu. Tak lupa merekamnya dalam bentuk video.

“Ya, biar banyak yang tahu bahwa laut kita masih ramah dengan habitat Penyu, karenanya mari kita jaga,” pungkas Nas.

Nas (memegang Penyu Hijau) usai Penyu itu terjerat mata Kail saat ia dan 3 rekannya memancing di Perairan Pulau Poncan Ketek, Sibolga, Sumatera Utara, Minggu sore. Foto: Istimewa
Nas (memegang Penyu Hijau) usai Penyu itu terjerat mata Kail saat ia dan 3 rekannya memancing di Perairan Pulau Poncan Ketek, Sibolga, Sumatera Utara, Minggu sore. Foto: Istimewa

Penyu Hijau itupun dilepas kembali ke laut. Ia berenang cepat menjauh dari perahu para pemancing. Nas dan rekannya mengaku senang melepas Penyu yang kian langka itu.

Sementara Nas menyebut, tidak kali ini saja bertemu Penyu Hijau. Teluk Tapian Nauli, menjadi habitat subur Penyu Hijau.

Sayangnya, Nas mengaku pernah menemukan Penyu Hijau yang mati mengapung di permukaan laut. Kondisinya sudah bau, karena membusuk. Tidak diketahui penyebab matinya Penyu malang itu.

“Waktu itu kami temukan sudah mati, mengapung, sempat kami angkat ke perahu, tapi kami buang lagi, sama, Penyu Hijau juga, ya sepertinya Teluk ini memang habitat Penyu Hijau,” kata Nas.

Ia pun berharap, apa yang ia lakukan bersama temannya dengan melepas kembali Penyu Hijau itu dapat dilakukan para pemancing lain, para nelayan atau siapa saja yang bertemu Penyu.

Dengan begitu, kata Nas, populasi Penyu yang kian terancam dan bahkan berpotensi diambang kepunahan dapat dicegah.

“Ya, toh Penyu tidak sehat dikonsumsi, dijualpun tidak bikin kaya, padahal keberadaannya sangat bermanfaat menjaga keseimbangan alam, jadi, ayo sama-sama kita jaga,” tutur Nas.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed