oleh

Pemanfaatan E-commerce, Database dan Keterhubungan Perlu untuk Bertahan di Era Pandemi Covid-19

Rakyatsumut.com, Kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19 memang memberikan tantangan bagi banyak pihak, tak terkecuali pelaku industri kreatif dan pariwisata. Bahkan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk karena imbas Covid-19.

“Meskipun secara bertahap era new normal dimulai, sektor ini perlu waktu yang cukup lama untuk kembali pulih seperti sedia kala,” terang Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua Komisi X DPR RI pada diskusi online Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut New Normal (5/6/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ari Juliano Gema, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga hadir sebagai pembicara mengkonfirmasi bahwa sektor pariwisata memang terdampak begitu keras.

“Menurut data BPS hingga bulan Mei, terjadi penurunan hingga 87% di sektor pariwisata. Dari wisatawan mancangera salah satu negara saja, kita bisa kehilangan devisa Rp 40 triliun. Belum wisman negara lain. Jadi bisa dibayangkan ya, potensi pendapatan kita yang hilang besar sekali,” paparnya.

Fikri mendorong agar seluruh masyarakat yang terdampak, termasuk pelaku pariwisata agar dapat bertahan di situasi yang serba sulit ini dengan melakukan apapun yang dapat menghasilkan secara finansial. Fikri menyebutkan, saat ini e-commerceadalah salah satu yang dapat bertahan dan mengalami peningkatan seiring dengan himbauan physical distancing dan melakukan segala aktivitas kegiatan dari rumah beberapa waktu terakhir. Fikri juga mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk keberlanjutan ekonomi tiap-tiap individu dan keluarganya.

“Para pelaku industri kreatif bisa memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan hasil produksi atau karyanya, sehingga bisa menjangkau ke tempat yang lebih jauh. Misal dari daerah ke ibukota, atau bahkan ke luar negeri,” tambah anggota Fraksi PKS ini.

“Data harus kuat. Ini tugas pemerintah. Kalau datanya kuat, pemerintah bisa menghubungkan antar berbagai pihak sehingga terjadi kerjasama ataupun transaksi,” sambungnya.

Namun Fikri tidak membatasi hanya pemerintah yang bisa melakukan tugas menghubungkan tersebut. Ia mencontohkan, ada beberapa inisiatif yang dilakukan oleh kelompok kepemudaan, yang sebetulnya tidak langsung bergerak di ranah pertanian, tetapi kelompok tersebut menjembatani petani-petani di desa-desa agar hasil taninya bisa mensuplai kebutuhan di perkotaan.

“Ini contoh yang bagus, bagaimana di tengah kondisi sulit sekarang ini kita bergandengan tangan untuk saling membantu,” pungkasnya.

Editor: Damai Mendrofa

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed