oleh

Delapan Orang Dalang Kerusuhan Diamankan Termasuk Kades Benteng Huraba

Rakyatsumut.com, Setelah dilakukan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (27/5/2020), terkait terjadinya bentrokan antar dua desa di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, beberapa hari yang lalu.

Pihak kepolisian mengamankan satu orang warga Desa Benteng Huraba berinisial IS (21) pada sore harinya. Sekira pukul 18:00 Wib. Penangkapan itu juga menyusul ketegangan yang sempat kembali terjadi antar warga dua desa pada Kamis (28/5/2020) malam.

Berdasarkan informasi dari salah satu warga Kelurahan Pintu Padang yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa karena tidak terima atas penangkapan IS (21), sehingga mendorong warga Benteng Huraba berkumpul dan memblokade jalan lintas Tapsel-Madina. Yang akhirnya juga memicu warga Kelurahan Pintu Padang untuk berkumpul dan bersiaga bilamana terjadi bentrokan susulan.

Personel TNI dan Polri pun turun untuk mengamankan situasi yang sempat memanas, tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya kerumunan dua kelompok warga tersebut berhasil dibubarkan dan diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Seiring keadaan mulai kondusif, pihak kepolisian kemudian mengamankan 7 (tujuh) orang warga Desa Benteng Huraba yang diduga juga terlibat atas tindakan pengeroyokan, provokator, dan pembakaran.

E Siregar, salah satu personel polisi dari Polres Tapsel melalui pesan WhatsApp-nya Jumat (29/5/2020) menuturkan, hingga Kamis malam telah diamankan 8 (delapan) orang warga Desa Benteng Huraba sebagai tersangka terkait bentrokan antar desa yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2020 kemarin.

“Mengenai kesepakatan perdamaian sudah disepakati untuk tidak berkelanjutan bentrokan antar warga, akan tetapi proses hukum tetap berjalan, begitu kata Pak Kapolres,” jelas Siregar.

Delapan orang warga yang diamankan polisi dan digiring ke Markas Polres Tapsel, di antaranya IAS (33), yang diketahui sebagai Kepala Desa Benteng Huraba. IS (21), RHS (18), DCP (22), JA (34), FAD (17), RS (19), dan DSP (25) yang diduga pelaku pengeroyokan, provokasi dan pembakaran.

Mengantisipasi bentrokan susulan, telah diturunkan petugas keamanan dari berbagai unsur. Pihak aparat keamanan bersama tokoh masyarakat kedua belah pihak yang terlibat bentrok mengimbau supaya warga tetap bersabar, tidak mudah terprovokasi, dan menjaga kondusifitas keamanan di wilayah masing-masing. Serta mempercayakan penanganan terkait tindak pidana yang telah terjadi akibat bentrokan kepada pihak kepolisian.

Editor: Rommy Pasaribu

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed