oleh

Reaksi Bupati Tapteng Terhadap Pembongkaran Kafe Diduga Tempat Maksiat oleh Warga

Rakyatsumut.com, Terjadinya pembongkaran kafe remang yang dilakukan oleh sejumlah warga di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, membuat Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani angkat bicara.

Bupati menjelaskan, bahwa sebelumnya kafe remang yang dihancurkan oleh warga sudah berkali-kali bermasalah, termasuk terhadap SATPOL-PP Tapteng, dan Bupati mengaku sudah pernah memberikan modal kepada pengusaha, agar membuka usaha yang halal.

“Ini sudah bermasalah berkali-kali, termasuk Satpol PP yang dulu pernah dikejar dan dibalas oleh Satpol PP,” ungkap Bakhtiar dalam video berdurasi  3 menit 54 detik yang dibagikan akun Facebook Amin Jemayol, Selasa (26/5/2020).

Dalam video, Bupati juga meminta agar masyarakat tidak main hakim sendiri dalam bertindak.

“Masyarakat kami minta jangan main hakim sendiri, silahkan laporkan kepenegak hukum atau ke kami,” pinta Bupati.

Selain itu, Bakhtiar meminta agar pihak kepolisian memproses pengusahanya. “Kita juga dalam situasi covid, kenapa dia bawa orang seperti ini, kita akan cek. Panggil lurah dan Satpol PP kita akan razia kos kosan. Kalau memang dia menjual perempuan, dia harus ditangkap, tidak boleh ada tempat maksiat di Tapanuli Tengah,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Bakhtiar meyakini kalau pihak kepolisian pastinya bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Saya yakin polisi bijak, bahwa kemudian salah masyarakat bertindak, namun dilihat kenapa masyarakat bertindak, ini masyarakat ribut-ribut karena tidak mau ada tempat maksiat,” jelasnya.

Sebelumnya sekelompok pemuda mengobrak abrik kafe yang diduga tempat maksiat di Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, yang disebut milik David Butarbutar, pada Selasa (26/5/2020) sekitar pukul 02.30 WIB.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed