oleh

Kapolrestabes Medan yang Baru Diminta Ungkap Tuntas Kasus Pelemparan Bom Molotov di LBH Medan

Rakyatsumut.com, Kapolrestabes Medan yang baru menjabat, Kombes Pol Riko Sunarko diminta untuk mengungkap tuntas kasus pelemparan bom molotov di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.

Permintaan itu sebagaimana keterangan tertulis Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra dalam keterangan tertulis kepada awak media, Selasa (19/5/2020).

“Dengan telah dilantiknya Kapolrestabes Medan yang baru, LBH Meminta secara tegas kepada  Kapolrestabes Medan untuk mengungkap tuntas kasus ini. LBH Medan menilai jika kasus ini tidak terungkap maka Polrestabes Medan akan menuliskan sejarah yang buruk di mata masyarakat khususnya kota medan dalam memberikan rasa aman dan penegakan hukum,” kata Irvan.

Sebelumnya Irvan menuturkan, kasus tersebut sudah berjalan 420 hari atau sekitar 7 bulan. Kasus itu tepatnya terjadi sekitar pukul 02:33 WIB dini hari, Sabtu, 19 Oktober 2019 lalu. Kantor LBH Medan di jalan Hindu nomor 12 Medan dilempar bom molotov oleh 2 orang tak dikenal. Tindak pidana tersebut diketehui oleh Dony Siregar  selaku Cleaning Service (CS) LBH Medan.

“Hingga kini belum terungkap siapa pelaku lapangan atau pelaku intelektualnya dan motif dari perbuatanya,” kata Irvan.

Dikatakan, pasca pelemparan bom Molotov, LBH Medan telah membuat laporan polisi dengan nomor:  STTLP/2356/X/YAN.2.5/2019/SPKT RESTABES MEDAN tertanggal 19 Oktober 2019 di Kepolisian Resor Kota Besar Medan.

“Dan telah menghadirkan bukti-bukti dan saksi,  artinya saat ini tepat 7 bulan tindak pidana tersebut belum terungkap dan sampai dengan saat ini pihak Polrestabes Medan dan Poldasu belum dapat menemukan siapa pelaku pelemparan bom molotov terhadap LBH Medan,” ujarnya.

BACA JUGA:

Irvan menyebut, pihaknya menduga dan menilai 2 Kapolrestabes Medan sebelumnya telah gagal dan tidak serius untuk mengungkap siapa pelaku dan dalang dari tindak pidana tersebut. Penilaian tersebut, kata Irvan bukan tanpa alasan, melainkan dikarenakan hingga sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan atas Laporan tersebut.

“Dapat dilihat secara data dan fakta dimana dari Laporan tersebut yang telah 7 bulan, pihak polrestabes Medan hanya satu kali memberikan atau mengirimkan SP2HP (Surat  Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Penyelidikan) nomor :B/6731/X/RES.18./2019/Reskrim tertanggal 29 Oktober 2019  dengan menyatakan Laporan tersebut telah kami  terima dan akan kami lakukan penyelidikan,” bebernya.

Irvan menyebutkan, jika kasus ini tidak juga terungkap, maka Polrestabes Medan akan menuliskan sejarah yang buruk di mata masyarakat khususnya kota medan dalam memberikan rasa aman dan penegakan hukum.

“LBH Medan menilai ini merupakan tugas pertama Kapolrestabes Medan yang baru dalam memberikan rasa aman, nyaman dan penegakan hukum yang benar di kota Medan.  Sebagai lembaga yang konsern terhadap HAM, LBH Medan mendukung niat baik dari kapolrestabes Medan yang menyatakan akan mengatensi masalah 3C, curat, curas, dan curanmor di Kota Medan, namun dengan melakukan penegakan hukum yang benar. Karena penegakan hukum yang tidak benar dan tanpa prosedural sesungguhnya adalah suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia yang nyata,” urai Irvan.

Editor: Rommi Pasaribu

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed