oleh

HADAPI PANDEMI, NIAS HARUS BANGKIT DENGAN MANDIRI

Masalahnya, seberapa besar niat dan keseriusan serta didukung ketulusan kita bersama menemukan sumber daya itu dan mewujudkannya menjadi berpotensi ekonomi, terutama di Kepulauan Nias.

 

 

NIAS harus mampu keluar dari pandemi Corona dengan tidak bergantung pada suplai bahan pokok dari luar.

Kekuatan kita dalam menjalani perkembangan ke depan tentu tidak terlepas dari segala kebutuhan pokok yang akan dikonsumsi setiap harinya.

Indonesia dahulunya punya sejarah besar tentang dunia agraria yang kaya akan segala tanaman dan juga tanah yang subur. Indonesia merupakan negara yang mampu menyuplai bahan pokok asal mampu mengelolanya dengan baik dan benar.

Pandemi covid-19 berefek ke seluruh tatanan masyarakat di tingkatan manapun. Terutama masyarakat menengah ke bawah, keresahan utama tentu di soal ketersediaan bahan pokok yang akan dikonsumsi setiap hari.

Nias, menurut hemat penulis, merupakan daerah yang subur dan karenanya cocok untuk mengembangkan sektor pertanian. Karena itu Pemerintah dalam hal ini dituntut mau dan benar-benar serius memperhatikan sektor ini.

Konsep yang jelas dan terukur tentu jadi modal utama, agar sektor ini berhasil dikembangkan dan tidak saja sekedar memenuhi kebutuhan hidup, tapi juga mampu menjadi modal menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menggerakkan sektor pertanian di Nias saat ini, akan menjadi modal kemandirian di masa-masa mendatang. Apalagi, mengingat gerak laju harga-harga kebutuhan pokok dari sektor tani yang cenderung terus mengalami kenaikan. Jika terus menggantungkan diri dari pasokan luar, maka ekonomi masyarakat akan terus tergerus. Belum lagi, sektor pangan merupakan ‘lahan basah’ bagi para mafia.

Menyoal pertanian di Pulau Nias saat ini, tidak saja menyoal dampak pandemi covid-19 secara temporer. Manusia tetap harus makan, begitu logika sederhananya. Dan ketersediaan pasokan hasil pertanian adalah logika jawaban sederhana itu.

Walau, mewujudkannya tidak sesederhana itu. Keterlibatan multi pihak sangat diharapkan, terutama pemerintah sebagai decision maker menentukan arah kebijakan pengelolaan daerah.

Keseriusan pemerintah terutama di Kepuluan Nias di sektor pertanian tentu akan terlihat dari arah program pembangunan yang akan dilakukan. Beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya mendorong bertumbuhnya jumlah petani, menambah areal pertanian, atau jika ingin lebih serius, misalnyq dengan dibentuknya BUMD yang khusus mengurusi soal pertanian.

Kemandirian Ekonomi adalah satu dari Trilogi Kemerdekaan. Penerapan kemandirian di level daerah, bukan sesuatu yang mustahil di ejawantahkan. Apalagi mengingat seluruh daerah di Indonesia memiliki sumber daya yang berpotensi dikembangkan dan jadi keunggulan ekonomi masyarakat.

Masalahnya, seberapa besar niat dan keseriusan serta didukung ketulusan kita bersama menemukan sumber daya itu dan mewujudkannya menjadi berpotensi ekonomi, terutama di Kepulauan Nias.

Oleh: Joko Puryanto Mendrofa, Ketua DPC GMNI Nias-Gusit

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed