oleh

Polisi Ungkap Motif Pembacokan Abang Kandung di Pusat Perbelanjaan Sibolga

Rakyatsumut.com, Polres Kota Sibolga mengungkap motif pembacokan yang dilakukan RSN Als R (35) warga jalan Mojopahit Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga terhadap abangnya Syahril Nasution, pada Senin (11/5/2020) sekitar pukul 21.30 wib di Jalan SM. Raja depan pusat perbelanjaan

Perkelahian abang adik ini berawal saat korban Syahrial hendak meminjam septor milik tersangka RSN. Namun, saat itu tersangka menolak meminjamkan septornya. Mendengar penolakan tersangka, korban pun mengatakan tersangka sok sembari mengungkit hutang tersangka untuk segera dibayar.

“Yang soklah kau, kubotolkan kepalamu nanti. Awas kau nanti kukenakkan kau nanti,” kata korban kepada tersangka yang dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, Jumat (15/5/2020).

Kemudian, korban pun pergi meninggalkan tersangka. Setelah mengakhiri pembicaraan, tersangka pun pulang kerumahnya dan mengambil sebilah parang yang dibungkus dengan sarung.

Sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka mendatangi rumah korban dengan naik septor R2 Yamaha Vixion. Saat itu, parang digantung di septornya. Sesampainya dirumah korban, tersangka menghubungi korban lewat telepon genggam istri korban.

BACA JUGA:

Saat dihubungi, antara tersangka dan korban terjadi cekcok lewat seluler.

“Sudah hebat kau nelpon-nelpon aku yah, kau dimana biar kujumpai,” kata korban.

“Aku mau jumpa sama abang, mau ngomong baik-baik bang, aku disimpang PHR Sambas,” balas tersangka.

Sekira pukul 21.30 wib tersangka pun bertemu dengan korban dan saat itu korban membentak tersangka dengan mengatakan, “Sudah jago kau ya” seraya menendang R2 tersangka.

Saat itu juga, tersangka menjawab, “Ngomong kita dulu baik2 bang”, saat bicara dengan tiba-tiba korban mendorong kepala tersangka dengan menggunakan doublestik.

Tidak terima dengan perlakuan abangnya. Tersangka pun mengambil parang yang sebelumnya disiapkan dari septornya. Kemudian mengejar korban dan membacok dibagian tangan hingga terbaring didepan pusat perbelanjaan dan bersimpah darah.

Usai membacok abang kandungnya, tersangka pun melarikan diri dan menyimpang parang miliknya dirumah kos-kosan tersangka. Lalu  menyerahkan diri, pada Kamis (14/5/2020) ke Polsek Sibolga Sambas.

Tsk ditahan di RTP Polsek Sibolga Sambas diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang direncanakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 353 ayat (1) Subs 351 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman paling pama 4 tahun.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed