oleh

Lindungi Biota Disekitar Areal Tambang, PTAR Bekerjasama Dengan Universitas Sumatera Utara

Rakyatsumut.com, Sesuai komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, PTAR bekerjasama dengan Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Energi, Universitas Sumatera Utara, dalam melakukan kajian terkait kondisi biota perairan di sekitar areal tambang Martabe di area desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Kepala Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Ing Ternala A. Barus, dalam laporannya, Juni 2019 menyebutkan wilayah proyek penelitian berlokasi di desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pada periode Desember 2019 dilakukan sampling di Aek Pahu, Tor Uluala, Garoga dan sungai Batangtoru. Pengambilan sampel biota air dilakukan pada 18 lokasi  yang tersebar di sepanjang aliran Aek Pahu dan sungai Batangtoru mulai dari bagian hulu titik pembuangan sisa air proses, sampai jarak 3.000 m di hilir titik pembuangan sisa air proses, dan 1 lokasi di Aek Bongbongan.

“Dari hasil pemantauan Desember 2019 dapat disimpulkan tidak ada pengaruh aktivitas pertambangan terhadap biota air di Sungai Batangtoru, selain itu hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat di jaringan tubuh ikan masih berada di bawah ambang baku mutu yang berlaku,” kata Prof. Ternala A. Barus dalam laporannya dalam rilis tertulis Tambang Emas Martabe, Jumat (15/5/2020).

Sementara, Tim Terpadu yang bertugas saat ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara, terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ahli dari perguruan tinggi, perwakilan karyawan PT Agincourt Resources, serta perwakilan masyarakat dari desa/kelurahan di lingkar tambang yang anggotanya berganti melalui pembaruan SK Gubernur Sumut setiap 4 tahun sekali. Tim Terpadu terbentuk sejak tahun 2013.

Hasil dari pemantauan harus memenuhi baku mutu yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.202/2004, dan selama ini kualitas air Sungai Batangtoru memenuhi baku mutu yang ada dalam Peraturan Pemerintah No.82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas II. Adapun, parameter air yang dianalisis di antaranya tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn).

Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan air.

Koordinator Tim Terpadu Parlagutan Pardede, di sela-sela pengambilan sampel air mengatakan, pihaknya dilibatkan dalam setiap proses pemantauan mulai dari pengambilan sampel di Sungai Batangtoru, pengiriman sampel tersegel ke laboraturium independen hingga diseminasi ke masyarakat.

“Hasil uji biasanya diumumkan ke masyarakat langsung, disaksikan juga oleh Musyawaran Pimpinan Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru. Sampai dengan saat ini, kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe tidak merugikan sungai. Ikan masih banyak, aliran air ke persawahan juga tidak terkontaminasi. Kami langsung memantau, tidak ada rekayasa,” ujar Parlagutan.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed