oleh

Kasus Begal yang Sebabkan Jari Korban Putus, Ternyata Rekayasa

Rakyatsumut.com, Kasus begal sadis yang menyebabkan korbannya Erlina Boru Sihombing (54) mengalami putus empat jari tangan terungkap.

Hasil penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan rekaya.

Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin yang memimpin langsung paparan pengungkapan kasus tersebut mengatakan, selama ini korban yang me menjadi korban begal, ternyata bersandiwara.

“Setelah dilakukan investigasi dengan mengumpulkan saksi dan alat bukti, keterangan yang diberikan oleh Ibu Erlina Boru Sihombing tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Kapolda Sumut Martuani, Jumat (15/5/2020) di Mapolda Sumut.

Dalam laporannya, korban mengaku telah dibegal di Jalan AR Hakim Kecamatan Medan Area pada Jumat (1/5/2020). Dalam insiden tersebut korban Erlina Boru Sihombing mengaku mengalami pembacokan hingga jarinya putus.

Korban bahkan mengaku kehilangan barang berharga berupa tas dan uang tunai sebesar Rp4 juta dan kehilangan handphone yang dirampas para pelaku begal.

Selanjutnya Kapolda Martuani membeberkan bahwa Erlina Boru Sihombing sengaja memotong jarinya sendiri dan membuat laporan palsu. Aksi tersebut dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Ibu Erlina Boru Sihombing ini terlilit hutang. Jadi sengaja menebas jarinya agar dapat anasuransi dan pemberi hutang merasa iba,” ungkap Kapolda.

Bahkan lanjut pria dengan bintang dua di pundaknya itu, usai menebas jarinya, Erlina Boru Sihombing memasukkan potongan jarinya dalam plastik dan membuangnya ke parit.

Atas perbuatannya Erlina Boru Sihombing disangkakan dengan Pasal 242 Ayat (1), tentang keterangan dan sumpah palsu dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Petugas masih melakukan penyidikan. Tentunya anggota tubuh yang terpotong itu harus dikuburkan. Pelaku menebas jarinya dengan pisau daging,” pungkasnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed