oleh

FPBI Cabang Medan Tolak Kebijakan PT Indomarco yang “Sunat” THR Buruh

Rakyatsumut.com, Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Cabang Medan menolak dengan tegas kebijakan PT Indomarco Prismatama Cabang Deli Serdang yang melakukan pengurangan Tunjangan Hari Tua (THR) para pekerja.

FPBI menilai, sangat ironis ketika omset meningkat, PT Indomarco Prismatama Cabang Deli Serdang Justru melakukan Pengurangan THR yang biasa diterima oleh pekerja.

Dalam laporannya, selama situasi pandemi Covid-19, Mini Market yang dikelola PT Indomarco Prismatama yakni Indomaret mengakui mengalami peningkatan penjualan 7%-10% selama Maret, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Peningkatan ini terutama di wilayah Jabodetabek dan terjadi sejak pemerintah menghimbau kebijakan work from home (WfH).

“Biasanya, pekerja PT Indomarco yang bekerja di atas tiga tahun mendapatkan THR sebesar 1,5 bulan upah dan pekerja yang sudah bekerja di atas enam tahun mendapatkan THR sebesar 2 bulan upah,” kata Martin Luis, Departemen Advokasi FPBI Cabang Medan – Deliserdang, Jumat (15/5/2020).

BACA JUGA:

Dijelaskan Martin Luis, alasan pihak perusahaan mengeluarkan kebijakan tersebut akibat Covid-19 dan Surat Edaran Menakertrans Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan 6 Mei 2020 lalu.

Padahal, Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Gubernur Seluruh Indonesia, bukan perusahaan. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara baru menerbitkan Surat Edaran perihal THR baru pada tanggal 15 Mei 2020 dan ditujukan kepada seluruh Bupati dan Walikota.

“Artinya, PT Indomarco telah mendahului pemerintah dalam membuat kebijakan dan tanpa melibatkan pekerja dalam membuat kebijakan terkait THR,” ungkapnya.

Atas hal tersebut, FPBI dengan tegas menolak kebijakan pengurangan THR yang diterima pekerja oleh manajemen PT Indomarco.

“Kami FPBI Cabang Medan Menolak dengan tegas atas kebijakan manajemen PT Indomarco atas pengurangan jumlah THR terhadap pekerja,” pungkasnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed