oleh

Polisi Akhirnya Bekuk Ketua Geng Motor Brutal di Medan

Rakyatsumut.com, Ketua geng motor Ezto bernama Fernando Imanuel Sinurat alias Nando, dibekuk petugas kepolisian Polrestabes dan Polsek Medan Helvetia setelah melakukan penganiayaan terhadap korbannya Riko Lumban Raja (16) hingga cacat seumur hidup.

Bukan saja menangkap Fernando, polisi juga membekuk dua tersangka lain yakni Daniel MT Sinurat alias Anin, yang tak lain adik kandung ketua geng motor Ezto, dan Jonathan Roy Putra Hutapea.

Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi Johnny Eddizon Isir mengatakan, gerombolan geng motor dibawah pimpinan Fernando menganiaya korban di Jalan Gaperta Ujung Kecamatan Medan Helvetia, pada 23 Maret 2019 silam.

Hingga mengakibatkan korban mengalami luka sangat parah di bagian kepala dan menyebabkan korban cacat seumur hidup.

“Saat ini kondisi dari korban geng motor tersebut masih menjalani pemulihan di rumah kerabatnya di Pekan Baru. Korban tidak lagi melanjutkan studinya karena ada gangguan di kepala dan cacat permanen,” ujar Kapolrestabes Isir saat paparan, Kamis (14/5/2020).

BACA JUGA:

Dijelaskan Kombes Isir, terhadap ketua geng motor Ezto, Fernando, dilakukan penindakan tegas dengan menembak kakinya lantaran berupaya kabur saat ditangkap. Polisi juga sedang memburu puluhan anggota geng motor Ezto lainnya.

Berdasarkan penyidikan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Helvetia, sebanayak 13 orang ditetapkan sebagai DPO.

“Pada 24 Maret 2020 kita berhasil menanngkap 3 tersangka. Jadi, saat ini 10 tersangka lagi masih kita DPO,” jelas Isir.

Rosita Simatupang, ibu korban yang hadir saat paparan berharap kepolisian menumpas habis kelompok geng motor brutal tersebut. Dirinya menginginkan agar tidak ada lagi ibu yang turut merasakan penderitaan seperti yang dialaminya.

“Dia anak laki-laki satu-satunya di keluarga kami. Cita-citanya ingin masuk Akpol atau Akmil. Bagi kami orang Batak, anak laki-laki itu adalah harapan keluarga, kini harapan kami telah hancur, anak kami (Victor) tidak lagi bisa melanjutkan sekolahnya,” ucap ibu korban dengan raut sangat terpukul.

Atas perbuatan ketiga pelaku, polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 170 KUHPindana tentang Pengrusakan Barang atau Orang dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed