oleh

Rao Bantah Minta Proyek, ini Jawaban Bupati Bakhtiar

Rakyatsumut.com, Awaluddin Rao, mantan pimpinan DPRD Tapteng melayangkan bantahannya terkait penyebutan namanya meminta proyek pembangunan kantor Bupati.

Bantahan itu dia unggah melalui laman facebook miliknya. Awaludin menyebut tidak mungkin ia minta proyek sementara dirinya tidak ikut tender.

“Bagaimana saya minta proyek, sementara saya tidak ikut tender,” ucapnya.

Bantahan tersebut lantas direspon kembali Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani, Rabu (13/5/2020) di Pandan. Bupati kembali membuka pesan whatsapp di gawai miliknya dan menunjukkan pesan dari Awaluddin terkait proyek itu.

BACA JUGA: Awaluddin Rao Disebut Minta Proyek ke Bupati Tapteng Lewat Pesan Whatshapp

“11 februari pesan whatsapp dari Awaluddin Rao, sementara laporan ke saya dari Perkim, pengumuman lelang baru 22 februari. Jadi kalau dia bilang setelah evaluasi, itu siapa yang bohong, jangan kebanyakan bohong,” kata Bupati.

Akan Tempuh Jalur Hukum

Sementara itu Bupati menegaskan dirinya akan menempuh jalur hukum kepada para pemilik akun-akun media sosial. Meski tak menjelaskan lebih detail alasan menempuh jalur hukum tersebut, agaknya Bupati menyebut sejumlah nama pemilik akun facebook, yakni Nels dan Nasrun.

“Saya akan lakukan prosedur hukum. Siap-siap saja semua, selesai covid-19, kita fokus dulu. Saya sudah baca semua laporan, yang komentar itu-itu saja. Tapi kalau akun palsu gak bisa saya komentari lagi,” katanya.

BACA JUGA: Diduga Mencuri Sarang Walet, Warga Sibolga Heboh

Bupati mengatakan, pihaknya saat ini telah menganalisa pihak-pihak yang selalu berupaya mengganggu jalannya pembangunan di daerah yang ia pimpin. Di antaranya Bandar narkoba dan judi.

“Ada orang terusik karena narkoba di Tapteng, ada yang terusik karena kita banyak kita razia meja judi dan karena kita lantang dan ngotot agar uang CPNS yang tertipu di masa Bonaran (mantan bupati Tapteng-red) dikembalikan,” ujarnya.

Sembako yang Rusak Sudah Diganti

Sebelumnya Bupati menyinggung terkait bantuan sosial sembako yang juga kembali menjadi pembicaraan. Bupati tak membantah terjadi kerusakan pada beras sembako yang dikirim.

Kendati ia menjelaskan, kerusakan itu disebabkan kondisi cuaca saat dilakukan pengiriman sembako. Pun, persoalan tersebut telah diatasi dengan melakukan penggantian beras.

BACA JUGA: Tren Kasus Positif Covid-19 di Sumut Terus Naik

“Kemarin pernah muncul dan sudah diganti, sekarang muncul lagi, memang saat penyaluran, misalnya ke Siantar CA, kondisi memang hujan, tapi sudah diganti lagi,” ujar Bupati.

“Tapi ini kita akan cek, apakah ini setingan politik, mudah-mudahan ini bukan setingan politik,” timpal Bupati.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed