oleh

Empat Kabupaten di Nias Berstatus Daerah Tertinggal, GMNI: ini Sangat Memukul

Rakyatsumut.com, Empat Kabupaten di Kepulauan Nias, Sumatera Utara ditetapkan berstatus Daerah Tertinggal. Penetapan itu menyusul dikeluarkannya Peraturan Presiden nomor 63 tahun 2020 terkait Penetapan Daerah Tertinggal, tertanggal 27 April 2020.

Empat daerah berstatus Daerah Tertinggal tersebut yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kabupten Nias selatan.

Terkait penetapan ini, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Gusit-Nias mengaku menyayangkan ditetapkannya status tersebut.

“Ini sangat memukul, karena seakan-akan kerja dari Pemerintah Daerah dari keempat kabupaten tersebut sangat minim,” ujar Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Gusit-Nias, Krisman Zendrato dalam pernyataan tertulis diterima Rakyatsumut.com, Rabu (13/5/2020).

BACA JUGA:

Krisman membeberkan, status daerah tertinggal untuk 4 daerah di kepulauan Nias itu tidak kali ini saja. Pasca terbitnya Peraturan Pemerintah RI nomor 78 Tahun 2014 Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, menyusul diterbitkannya Perpres nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, empat kabupaten tersebut juga masuk kategori daerah tertinggal.

“Itu artinya, bahwa setelah munculnya Perpres nomor 131 tahun 2015, tidak ada reaksi dari Pemerintah di empat kabupaten ini, agar ada kemajuan di daerahnya,” katanya.

Krisman pun meminta pemerintah di empat daerah tersebut melakukan evaluasi terhadap kinerjanya selama ini, dan melakukan pembenahan ekstra, agar pada Perpres selanjutnya status tersebut tidak tercantum lagi.

Evaluasi tersebut, sambung Krisman, terutama untuk memenuhi kriteria yang tertuang pada pasal 4 ayat 1 Huruf a sampai dengan huruf f pada Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 78 Tahun 2014.

“Kami juga mengimbau dan mengharapkan agar elemen-elemen pemerintah terkhusus daerah-daerah yang ditetapkan tertinggal agar saling koordinasi dan mendukung, agar ada perubahan, termasuk masyarakat, pelaku usaha dan stakeholder lainnya, ini tanggungjawab bersama,” imbuh Krisman.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed