oleh

Melirik Geliat FP3PK Mendorong Bertumbuhnya Literasi di Tanah Karo

Rakyatsumut.com, Sektor pendidikan menjadi satu dari fundamen dasar mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas, tangguh, berkualitas dan mampu bersaing.

Paradigma ini yang dilirik Forum Pemuda Peduli Pendidikan Karo (FP3K) yang digawangi Atmaja Pehulisa Sembiring. Forum ini berdiri sejak 17 Mei 2019, dan saat ini berkantor di jalan Sudirman nomor 6, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sejak berdiri, FP3K melaksanakan beragam kegiatan pendidikan berupa Seminar dan Literasi. Kegiatan seminar secara priodik terus dijadwalkan setiap minggu di Sekolah Dasar (SD) dan juga di pendidikan anak usia dini (PAUD), sementara setiap bulan berlangsung di berbagai Sekolah Menegah Atas (SMA).

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sebuah gebrakan baru untuk kemajuan pendidikan di Tanah Karo yang lebih maju,” kata Atmaja kepada Rakyatsumut.com, Senin (11/5/2020).

Para pengurus Forum Pemuda Peduli Pendidikan Karo (FP3K). Foto: Istimewa
Para pengurus Forum Pemuda Peduli Pendidikan Karo (FP3K). Foto: Istimewa

FP3K didirikan dengan visi yang mulia, yakni Terwujudnya Pendidikan yang Kreatif, Berprestasi, Berkarakter dan berbudaya di Kabupaten Karo. Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan di antaranya Workshop BeasiswaKe Taiwan, rangkaian kegiatan Literasi membaca, seminar motivasi, parenting dan pameran buku.

BACA JUGA:

Atmaja menyebut, selain rangkaian kegiatan secara periodik dan temporer tersebut, pihaknya kini juga membangun unit rumah baca yang mereka sebut ‘Sapo Literasi FP3K’. Rumah baca tersebut kata Atmaja, akan dijadikan tempat bagi anak-anak di Kabupaten Karo mendapatkan beragam jenis buku untuk dibaca.

Rumah baca Sapo Literasi yang saat ini dalam proses pembangunan. Foto: Istimewa
Rumah baca Sapo Literasi yang saat ini dalam proses pembangunan. Foto: Istimewa

“Tentu ini butuh dukungan baik moril dan kontribusi dana dari banyak pihak terutama untuk Sapo Literasi yang saat ini dalam proses pembangunan, (dukungan) tentu tidak saja Pemerintah di Kabupaten Karo, tapi dari para pegiat literasi di tanah air,” kata Atmaja.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed