oleh

Motif Pelaku Habisi Korban Lantaran Menolak Berhubungan Badan

Rakyatsumut.com, Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus penemuan jenazah wanita bernama E (21) di sebuah rumah yang berada di Jalan Duku, Komplek Perumahan Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Rabu (6/5/2020) malam.

Selain mengungkap para pelaku yang tak lain merupakan orang yang dikenal oleh korban, polisi juga menguak motif dibalik pembunuhan dan mutilasi terhadap korban.

“Sesampainya korban di rumah pelaku J, korban langsung diajak oleh pelaku ke kamar mandi dan meminta berhubungan badan. Namun korban menolak dan mendorong pelaku J,” kata Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi Johnny Eddizon Isir, saat paparan, Jumat (8/5/2020).

BACA JUGA:

Lantaran merasa kecewa dengan penolakan tersebut, lanjut Kapolrestabes Isir, pelaku J selanjutnya memaksa dan membenturkan kepala korban hingga tak sadarkan diri.

Melihat korban tak berdaya, pelaku yang sedari awal sudah bernafsu, langsung memperkosa korban sebanyak satu kali.

“Setelah menyetubuhi korban, tersangka J mengambil sebilah pisau lalu menusukkan ke bagian dada dan perut korban,” ungkap Isir.

Usai menusuk korban, pelaku J memanggil M, yang merupakan teman korban saat datang ke rumah pelaku. J mengatakan telah membunuh korban, dan memerintahkan tersangka M untuk membeli bensin. Pelaku menyiram tubuh korban dengan bensin lalu menyulut api.

Belum berhenti sampai disitu, selain membakar, pelaku J juga memutilasi korban dengan sebilah parang yang ditemukan petugas dari lokasi kejadian.

“Jadi setelah membakar, pelaku J ini memerintahkan M untuk menghubungi ibu J yakni TS. Lalu bersama-sama, mereka mengangkat jenazah korban dari kamar mandi ke ruang tengah rumah dengan memasukkannya dalam kardus,” ujarnya.

Selanjutnya, TS menghubungi orang tua M dan mengatakan jika anaknya telah membunuh korban E di rumah mereka. Ibu M yang hadir di lokasi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Untuk diketahui, dalam kasus tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan tiga tersangka yakni Jeffry (22), Tek Sukfen (56) ibu dari Jeffry dan Michael (22) warga Jalan Garuda No. 28, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kepada ketiganya, penyidik menyangkakan melanggar Pasal 340 Jo 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed