oleh

8 Fakta Pembunuhan Sadis di Komplek Cemara Asri Terkuak

Rakyatsumut.com, Kasus pembunuhan sadis yang terjadi di salah satu rumah yang berada di Jalan Duku Perumahan Cemara Asri, Percut Sei Tuan, pada Rabu (6/5/2020) malam, mulai menemukan titik terang.

Sejumlah fakta-fakta terkait kasus pembunuhan terhadap E (21) warga Jalan Pukat IV Kota Medan, dengan kondisi mengenaskan, mulai terkuak.

Penyidik dari Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan menggelar pra-rekonstruksi untuk mendalami motif dan peran pelaku dalam kasus tersebut pada Kamis (7/5/2020).

Berikut Rakyatsumut.com menghimpun sejumlah fakta yang terkuak dalam kasus pembunuhan sadis tersebut:

1. Jenazah Korban Dibungkus Kardus

Penemuan mayat korban dari sebuah rumah nomor 40 di Jalan Duku, Komplek Perumahan Cemara Asri, Percut Sei Tuan pada Rabu (6/5/2020) malam menggegerkan warga sekitar.

Barang bukti kardus yang dijadikan pembungkus jenazah korban saat ditemukan di Komplek Cemara Asri. Foto: Istimewa
Barang bukti kardus yang dijadikan pembungkus jenazah korban saat ditemukan di Komplek Cemara Asri. Foto: Istimewa

Korban yang kemudian diketahui berinisial E (21) ditemukan terbungkus kardus. Jenazah korban saat ditemukan dengan kondisi sudah mengenaskan.

2. Korban Ditemukan Bersama Seseorang yang Disebut Teman Dekatnya

Selain menemukan jenazah korban E, di lokasi yang sama juga ditemukan seorang laki-laki yang diketahui merupakan kekasih korban. Saat ditemukan, laki-laki tersebut tergeletak dan diduga setelah menenggak racun serangga.

“Dalam rumah ada dua korban, saat ditemukan salah satu korban sudah dalam keadaan bersimbah darah,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo, di lokasi penemuan.

Belakangan diketahui identitas jasad yang tergeletak bersama korban bernama Michael (22) warga Jalan Garuda, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan. Setelah dilakukan evakuasi, laki-laki tersebut ternyata masih hidup dan diduga sebagai pelaku pembunuhan.

3. Polisi Temukan Sepucuk Surat Cinta di Lokasi

Dari lokasi penemuan jenazah E dan Michael, ditemukan barang bukti sepucuk surat tulisan tangan yang berisi ungkapan kekecewaan pelaku terhadap keluarga korban yang tidak merestui hubungan keduanya.

“Saya sangat mencintai Elvina, sehingga saya membunuh karena pihak dari keluarga tidak menyetujui saya. Saya mau bunuh diri, saya cinta Elvina..,” begitu bunyi surat yang ditulis dengan tulisan tangan tersebut.

Barang bukti sepucuk surat yang ditemukan polisi dari lokasi penemuan jasad korban di Cemara Asri. Foto: Istimewa
Barang bukti sepucuk surat yang ditemukan polisi dari lokasi penemuan jasad korban di Cemara Asri. Foto: Istimewa

Surat tersebut mengindikasikan jika korban dibunuh oleh Michael yang tak lain merupakan kekasihnya.

4. Korban Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Cemara Asri

Korban pertama kali diketahui oleh Jefri (24), merupakan pemilik rumah tempat korban pertama kali ditemukan, di Jalan Duku Nomor 40 Komplek Perumahan Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dari kronologis awal, bahwa kedua pasangan kekasih yakni Michael dan korban E datang ke kediaman Jefri. Saat itu Jefri mengaku pamit keluar lantaran ada urusan. Namun sepulangnya dari luar, dirinya menyaksikan keduanya telah tergeletak.

Personel Polsek Percut Sei Tuan saat berada di lokasi dugaan pembunuhan di Komplek Cemara Asri. Foto: Istimewa
Personel Polsek Percut Sei Tuan saat berada di lokasi dugaan pembunuhan di Komplek Cemara Asri. Foto: Istimewa

Jefri selanjutnya mengabarkan peristiwa tersebut kepada ibunya. Dan melanjutkan kabar tersebut ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, personel Polsek Percut Sei Tuan bersama Tim INAFIS Polrestabes Medan langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi terhadap keduanya.

“Kita masih mengumpulkan kronologis dan saksi atas peristiwa tersebut,” ujar Kompol Aris Wibowo.

5. Enam orang Dihadirkan Saat Gelar Pra-rekonstruksi

Guna mendalami kasus tersebut, penyidik Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan menggelar pra-rekonstruksi, Kamis (7/5/2020) di lokasi penemuan jenazah korban di Jalan Duku Nomor 40 Komplek Perumahan Cemara Asri.

Pihak kepolisian lakukan Pra-rekonstruksi di lokasi penemuan jenazah korban pembunuhan di Jalan Duku, Komplek Perumahan Cemara Asri. Foto: Istimewa
Pihak kepolisian lakukan Pra-rekonstruksi di lokasi penemuan jenazah korban pembunuhan di Jalan Duku, Komplek Perumahan Cemara Asri. Foto: Istimewa

Dalam gelar pra-rekonstruksi tersebut, polisi menghadirkan enam orang. Keenamnya hadir dengan tangan diborgol.

Namun saat reka adegan mulai diperagakan, dua diantaranya dipasangkan bad saksi. Sementara tiga orang lagi yakni Michael, Jefri dan seorang wanita yang diduga ibu Jefri tetap mengenakan borgol.

6. Korban dan Pacarnya Datang ke Lokasi Atas Perintah Jefri

Dari hasil penyidikan dan gelar reka adegan, diketahui jika kedatangan kedua pasangan kekasih Michael dan E, kerumah tersebut merupakan perintah dari Jefri.

Saat itu korban diminta untuk mengembalikan handphone kepada Jefri. Oleh korban kemudian meminta pacarnya Michael mengantarkannya ke rumah Jefri.

“J meminta korban untuk mengembalikan handphone (telepon seluler),” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar.

7. J Merupakan Mantan Pacar Korban

Selain terkuak fakta bahwa kedatangan kedua pasangan tersebut ke kediaman Jefri atas perintah yang bersangkutan, terkuak pula fakta bahwa ternyata korban merupakan mantan pacar Jefri.

“J dan korban pernah berhubungan di masa lalu. Ada hubungan pacaran, tapi nanti akan kita dalami lagi,” ungkapnya.

Diduga saat keduanya tiba, Jefri langsung mengeksekusi korban. Setelah korban tewas, Jefri mengeksekusi Michael dengan memukul menggunakan martil, lalu mencekoki racun serangga agar terlihat seperti bunuh diri.

Setelah itu Jefri membuat skenario dengan menulis sepucuk surat agar seolah-olah korban E dibunuh oleh Michael.

Dalam kasus itu, polisi telah menahan tiga orang yakni Michael, Jefri dan seorang perempuan yang diduga merupakan orangtua salah satu tersangka.

Namun AKBP Ronny Nicholas Sidabutar mengatakan, masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap peran masing-masing tersangka.

“Kita masih dalami peran dari masing-masing dan akan kita sampaikan perkembangannya,” ujarnya.

8. J dan Pacar Korban Pernah Satu Sel

Hal lain yang terungkap dari kasus tersebut yakni bahwa Jefri dan Michael adalah teman satu sel saat menjalani hukuman dalam kasus pencabulan. Keduanya baru saja bebas dan menghirup udara segar.

“M dan J adalah teman satu sel, itu informasi yang kita dapatkan dari hasil interogasi dan wawancara,” kata AKBP Ronny Nicholas Sidabutar.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed