oleh

Momok Inflasi Kala Pandemi, Akademisi: Pemerintah Harus Aktif Mereformasi Kebijakan Pangan

Rakyatsumut.com, Pandemi Covid-19 menuai dampak yang begitu besar, tidak saja pada sektor kesehatan melainkan terhadap laju perekonomian di Indonesia. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah baik nasional maupun daerah harus mencari formulasi baru dalam menekan inflasi.

Hal tersebut yang dikemukakan oleh Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung  (UNILA) Bustanul Arifin. Menurutnya, ada hal yang harus dilakukan pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

Dikatakan Bustanul, sistem produksi dan pasokan pangan menjadi kunci penting bagi ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok.

“Pemerintah diharapkan tidak kendor dalam mencari jalan untuk insentif baru dalam mengembangkan inovasi pengendalian inflasi pusat dan daerah, serta aktif menyusun reformasi kebijakan pangan ke depan, bahkan secara out of the box,” kata Bustanul.

BACA JUGA:

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Sekretaris Daerah R Sabrina mengusulkan agar setiap daerah saling mengsisi kebutuhan pokok dalam menghadapi pandemi Corona.

Hal tersebut disampaikan R Sabrina pada Rapat Koordinasi Menjaga Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan Pokok di tengah Pandemi Covid-19 yang diadakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama instansi dan lembaga terkait di Indonesia.

“Kita mungkin bisa sharing informasi. Barangkali kita bisa melakukan kerjasama antar daerah. Kita bisa mendapatkan harga yang pantas bagi masyarakat dengan harga terjangkau,” kata Sabrina melalui video conference di ruang Sumut Smart Province, kantor Gubernur Sumut, Kamis (30/4/2020).

Dengan demikian, lanjut Sabrina, daerah yang memiliki bahan pangan surplus dapat mengisi daerah yang kekurangan bahan pokok dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga harga bahan pangan di petani tidak anjlok.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri menyampaikan kerjasama antar daerah tersebut penting dilakukan. Namun saat ini ada kendala mengenai biaya distribusi. Untuk itu, hal tersebut perlu dipikirkan juga sehingga biayanya tidak terlalu berat.

“Sepertinya dengan pertemuan ini antara Sumut bisa mendistribusikan bahan pangan dengan daerah lain. Nanti bisa dikomunikasikan dengan pengusahanya bagaimana membawa bahan pangannya,” kata Risfaheri.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed