oleh

KPK Pelototi Empat Hal ini Dalam Penanganan Covid-19

Rakyatsumut.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan terdapat empat titik rawan korupsi dalam penanganan Covid-19.

Hal itu ditegaskan Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi KPK Wilayah I, Maruli Tua saat Rapat Koordinasi dengan GTPP Covid-19 Provinsi Sumut dan 10 kabupaten dan kota di Sumut, Kamis (30/4/2020).

“KPK mengindentifikasi ada empat titik rawan dalam penanganan Covid-19. Hal ini agar menjadi perhatian dan diwaspadai, yaitu pada pengadaan barang dan jasa, filantropi atau sumbangan pihak ketiga, refocusing dan realokasi anggaran, serta penyelenggaraan bantuan social safety net atau Jaring Pengaman Sosial oleh pemerintah pusat dan daerah,” urai Maruli.

Untuk meminimalisir keraguan dan kekhawatiran terkait anggaran penanganan Covid-19, Maruli menegaskan agar pemerintah kabupaten dan kota menyurati BPKP agar mendapatkan pendampingan. Dengan adanya review atau evaluasi oleh BPKP, diharapkan dapat mengurangi kekeliruan.

BACA JUGA:

“Kemudian, kami meminta agar pemda memperbaiki atau memutakhirkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar akurasi penyaluran bantuan jelas. Data ini sifafnya dinamis, membantu nantinya agar bantuan-bantuan juga tepat sasaran,” kata Maruli.

Koordinator Bidang Administrasi dan Keuangan GTPP Covid-19 Sumut, Agus Tripriyono mengaku sepakat dengan pernyataan Maruli khususnya terkait perbaikan dan pemutakhiran data.

Dia menuturkan, perbaikan dan pemutakhiran data, yang menjadi acuan penyaluran bantuan Pemprov ke kabupaten dan kota.

“Sesuai kesepakatan, berdasarkan DTKS ada sebanyak 96.646 KK yang menjadi penerima bantuan dari APBD Sumut di luar penerima PKH dan BST dari pusat. Untuk penyaluran ini, kami minta kabupaten dan kota memberikan data by name by address bila perlu NIK agar tepat sasaran,” kata Agus.

Menyikapi empat titik rawan korupsi yang disampaikan, Agus menyampaikan akan menjadi perhatian dan disosialisasikan kepada seluruh Tim GTPP Covid-19 Provinsi Sumatera Utara.

“Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan,” tutup Agus.

Editor: Ariandi 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed