oleh

Kontak dengan PDP Meninggal Dunia, 16 Orang di Sibolga Diisolasi

Rakyatsumut.com,  Karena dinyatakan kontak dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial BUL yang reaktif rapid test, dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Martha Friska Medan, sebanyak 16 orang di Kota Sibolga diisolasi dengan status ODP.

“Berdasarkan hasil tracking kita, enam belas orang kita tetapkan kontak langsung dan sudah di isolasi,” kata Kordinator Tim Gugus Tugas Sibolga, Firmansyah Hulu dalam konfrensi pers, Kamis (30/4/2020).

BACA JUGA: Gugus Tugas Sibolga Benarkan PDP Meninggal di Martha Friska

Dia merinci, sebanyak 16 orang tersebut terdiri keluarga, orang yang mengantar pasien ke rumah sakit dan tenaga medis di Rumah Sakit Meta Medika 1 dan Meta Medika 2.

“Ada 9 orang (keluarga dan yang mengantar ke rumah sakit-red), dan sudah di isolasi mandiri, dipantau dan diberi vitamin. Tenaga kesehatan ada juga, 2 orang di Meta 1 kontak langsung, dan 5 orang meta 2, kontak langsung,” rinci Firmansyah.

Ibu PDP yang Meninggal jadi Prioritas Pemantauan

Firmansyah Hulu yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Kota Sibolga menuturkan, dari 16 orang yang di isolasi pasca kontak dengan PDP yang meninggal, prioritas pemantauan dilakukan terhadap ibu PDP.

Pasalnya, kata Firmansyah, PDP tersebut setiap hari berada di rumah berdua dengan sang ibu. Terhadap ibu tersebut juga sudah dilakukan rapid test, dan diperoleh hasil negatif reaktif.

BACA JUGA: Di Sumut, 61 Orang Dimakamkan Dengan SOP Covid-19

Kendati Firmansyah menegaskan, pemantauan dan rapid test terhadap ibu tersebut juga akan kembali dilakukan pasca dilakukan isolasi selama 14 hari.

“Karena hanya mereka berdua yang kontak langsung, kita berharap nantinya negatif,” kata Firmansyah.

PDP tak Sempat Jalani Tes Swab

Firmansyah mengatakan, terhadap PDP berinisial BUL tak sempat dilakukan tes swab setelah dirujuk ke Rumah Sakit Martha Friska Medan. Menurut dia, tes swab tak sempat dilakukan disebabkan habisnya viral transport media (VTM) di Kota Medan.

“Jadi tidak sempat dilakukan swab, jadi penegakan diagnosa, belum dilakukan,” katanya.

BACA JUGA: Polisi Letuskan Senjata Saat Bubarkan Kerumunan Warga, ini Penjelasan Kapolres Samosir

“Jadi satu-satunyanya memastikan apakah PDP positif nantinya atau tidak, ya dari ibunya. Dan sudah di rapid test, tapi negatif,” tutur Firmansyah.

PDP Asal Sibolga tak Punya Riwayat Keluar Kota

Firmansyah menyebutkan, PDP berinisial BUL dari Kota Sibolga tak memiliki riwayat perjalanan keluar kota. PDP tersebut sudah beberapa pekan di rumah karena sakit paru yang diderita.

Sebab itu, kata Firmansyah, secara logika PDP tersebut tidak mungkin terpapar vocid-19.

“Kalau logika tidak mungkin, karena tidak ada perjalanan keluar kota, dan di sibolga belum ada terkonfirmasi (covid-19), namun hasil rapid test, reaktif,” kata Firmansyah.

BACA JUGA: Perbatasan Sumut Dijaga dari Pemudik, Kapolda: Tetap Sopan dan Humanis

Dia pun menjelaskan, hasil rapid test terhadap PDP tersebut tidak lantas memutuskan positif tidaknya terpapar covid-19.

“Ada istilah true positif dan false positif, tapi penegakan diagnosa itu ya melakukan swab,” tutup Firmansyah.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed