oleh

Bupati Bakhtiar Duga Ada Setingan Politik Dibalik Pengakuan Warga yang Mengaku Tidak Makan Seminggu

Rakyatsumut.com, Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani kembali berkomentar terkait pengakuan seorang warga di daerahnya yang menyebut tidak makan seminggu, dan akhirnya minta maaf.

Bupati menegaskan, dibalik persoalan tersebut agaknya ada setingan politik dari oknum tertentu.

“Sudah kita cek, saya memang tidak mau kesana, karena ini mungkin setingan politik dari oknum tertentu, dan ibu itu juga sudah minta maaf,” kata Bupati di Pandan, Rabu (28/4/2020).

Meski Bupati berharap dugaan tersebut tidak benar, dia menegaskan sejak awal memang tidak mempercayai pengakuan tersebut.

“Di Tapteng ini mustahil terjadi (tidak makan seminggu), lagian ibu itu juga masih muda dan ada suami kerja di perebusan ikan. Kami yakin tidak mungkin tidak makan, satu hari pun tidak mungkin tidak makan,” kata Bupati.

BACA JUGA:

Dia juga mengungkap mendapat laporan ada unggahan di media sosial yang menyebut ada orangtua yang tidak mendapatkan bantuan. Bupati menyebut juga sudah melakukan kroscek dan menemukan fakta berbeda, dimana orangtua tersebut ternyata memiliki anak yang bekerja di perkebunan.

“Setelah kami cek anaknya kerja di perkebunan, kalau ada orangtua kita, kewajiban anak membantunya. Jadi ini kami duga politisasi dari orang-orang tertentu,” tukas Bupati.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak membuat sensasi untuk mendapat perhatian. Dia juga meminta agar semua memahami bahwa tidak semua masyarakat akan mendapatkan bantuan.

“Tidak mungkin juga semua orang dapat dibantu, APBD kita tidak cukup itu, dan kita ada pemotongan anggaran dari pemerintah pusat untuk penanganan covid-19 ini dan tentu itu harus kita dukung,” kata Bupati.

Editor: Rommi Pasaribu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed