oleh

Bebas Berkat Asimilasi, Pria Ini Kembali Masuk Jeruji Besi

Rakyatsumut.com, Sudah selamat dari jeruji besi dengan program asimilasi karena pandemi Covid-19, pria ini malah berulah dengan kembali melakukan tindak pidana, dan di bekuk petugas kepolisian dari Polsek Medan Kota.

Pelaku bernama Andre Barus (28) warga Jalan Pertanahan, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang meringis kesakitan setelah peluru petugas bersarang di kakinya.

Pelaku yang sebelumnya mendapat pengampunan melalui program asimilasi dari pemerintah akibat dampak Covid-19 ini, kembali melakukan kejahatan jalanan bersama dua rekannya.

Penangkapan terhadap pelaku dan rekannya bermula saat ketiganya melakukan kejahatan jalanan yakni pencurian dengan kekerasan terhadap seorang pelajar di Jalan Dr GM Penggabean pada Rabu (22/4/2020) lalu.

Saat itu, korban yang hendak mencari makanan dihadang oleh ketiga pelaku yang mengendarai sepeda motor. Kepada korban, para pelaku memaksa meminta uang sebesar Rp50 ribu dan merampas paksa satu unit telepon genggam korban.

Selain merampas uang dan telepon genggam, ketiga pelaku itu juga hendak mengambil paksa sepeda motor korban, namun lantaran tetap mempertahankannya, upaya itu gagal dilakukan.

“Saat kejadian berlangsung, korban berteriak ‘rampok, rampok’. Sehingga ketiga pelaku melarikan diri secara terpisah. Tekab Polsek Medan Kota yang saat itu tengah patroli rutin, lalu mengejar pelaku Tomi Purba dan berhasil mengamankannya. Lalu pelaku diboyong menuju Polsek Medan Kota,” jelas Kepala Unit reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yaqin, Selasa (28/4/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap satu pelaku yang berhasil ditangkap, diketahui identitas kedua pelaku lainnya yakni A dan Andre Barus. Petugas pun melakukan penelusuran dan berhasil menangkap pelaku Andre Barus.

“Kita berhasil membekuk pelaku Andre di Jalan Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota, pada Sabtu (25/4/2020). Dari tangan pelaku damankan barang bukti berupa satu unit Handphone jenis IPhone 6 milik korban,” jelasnya.

Saat hendak diborgol untuk dibawa ke Mako Polsek Medan Kota, pelaku melarikan diri dengan melawan petugas. Tembakan peringatan yang di letuskan ke udara tidak menghentikan pelaku, petugas melumpuhkannya dengan menembak kedua kakinya.

Dari pengakuan tersangka, bahwa dirinya merupakan residivis yang sudah empat kali menjalani hukuman. Kasus terakhir yang ia lakukan adalah merampas handphone di Jalan Sisingamangaraja tepatnya di depan kampus UISU.

Atas perbuatannya, Andre Barus dituntut hukuman 3 tahun penjara. Saat pemerintah mengeluarkan program Asimilasi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di penjara, Andre adalah salah satu diantaranya, sebab telah menjalani hukuman selam 1,5 tahun.

“Dua dari tiga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Kota. Satu pelaku lain masih diburu oleh petugas,” pungkasnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed