oleh

Tadarus Al Quran: Lantunan Ayat Suci Dari Tuna Netra Dimasa Pandemi Corona

Rakyatsumut.com, Lantunan ayat suci Al Qur’an di baca secara bergilir oleh para peserta Tadarus, senada dengan jemari yang terus merangkak diatas setiap lembaran Al Quran Braille, di Sekretariat Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara Jalan Sampul Nomor 30, Medan, Minggu (26/4/2020) sore.

Tadarus Al Qur’an merupakan ibadah rutin yang dilakukan setiap kali Ramadhan oleh penyandang tuna netra di Kota Medan. Namun ada yang berbeda dalam tadarus yang dilaksanakan sore menjelang berbuka puasa itu..

Tidak seperti Ramadhan sebelumnya, tadarusan dihadiri puluhan orang, kali ini tadarus hanya diikuti belasan orang saja, dikarenakan situasi di masa pandemi Corona.

Seorang penyandang tuna netra sedang membaca Al Qur'an Braille saat tadarus di Sekretariat Pertuni Sumut. Foto: Rakyatsumut.com/Muklis
Seorang penyandang tuna netra sedang membaca Al Qur’an Braille saat tadarus di Sekretariat Pertuni Sumut. Foto: Rakyatsumut.com/Muklis

Banyak dari tuna netra tidak hadir lantaran masalah ekonomi, sebab selama pandemi tak lagi bekerja seperti biasa. Para penyandang tuna netra yang biasanya bekerja sebagai tukang pijat, kini harus berhenti total akibat Covid-19.

“Kalau tahun sebelumnya kita ramai, bisa sampai 50 orang yang hadir. Tapi sejak Covid-19 ini, dengan anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul ditambah dengan kondisi ekonomi kami, maka hanya dihadiri belasan orang,” ungkap Khairul Batubara, Ketua Pertuni Sumatera Utara.

Salah seorang peserta tadarus, Alex mengatakan, antusias dari penyandang tuna netra untuk mengikuti tadarus sangat besar. Bahkan jika tidak ada anjuran pemerintah untuk membatasi dan menjaga jarak, peserta bisa lebih banyak yang akan berhadir.

BACA JUGA:

“Karena kami mengingat anjuran pemerintah untuk menjaga Physical Distancing dan Social Distancing, kami tetap mengadakan tadarus tapi dengan jumlah seadanya,” ungkapnya.

Meski hanya dihadiri oleh belasan orang, tidak seperti bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, namun semangat para tuna netra dalam menunaikan ibadah di bulan Ramadan begitu antusias. Ada pula dari mereka membawa serta anaknya hadir untuk ikut mengaji.

“Semoga dengan jumlah sedikit ini kami dapat memahami isi dan kandungan Al Quran, lebih dapat memahami ayat-ayat Al Quran,” ucapnya.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed