oleh

Petugas Medis dan Keluarga Pasien TS Asal Sipoholon Kembali Dirapid Tes

Rakyatsumut.com, Terkait hasil pemeriksaan PCR yang Simpangsiur, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tapanuli Utara, Indra Simare-mare mengatakan akan dilakukan Rapid Tes ulang kepada petugas medis dan keluarga pasien TS asal Sipoholon.

Informasi tersebut diterima oleh Rakyatsumut.com, melalui siaran tertulis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tapanuli Utara, Minggu (26/4/2020) malam.

“Pada malam ini kita juga langsung melakukan rapid test ulang kepada para petugas medis di Puskesmas Situmeang Habinsaran sebanyak 16 orang, RSUD Tarutung sebanyak 44 orang dan keluarga pasien sebanyak 2 orang oleh Dinas Kesehatan dan RSUD Tarutung,” tulis Indra.

Selanjutnya, kata Indra, untuk petugas medis Situmeang Habinsaran inisial RS juga dilakukan pengambilan sample untuk swab test kedua.

BACA JUGA:

Dalam siaran tertulis tersebut Indra mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik, serta tetap melaksanakan social distancing dan menggunakan masker.

“Dihimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan resah namun tetap waspada. Jangan menghakimi dan mengucilkan orang yang terpapar virus, karena yang perlu kita jauhi adalah virusnya dengan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga jarak, jangan berkerumun dan gunakan masker. Secara khusus kepada keluarga, kami minta agar tetap tenang menyikapinya,” kata Indra.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan meminta warganya yang terpapar Covid-19 dites menggunakanakan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk ketiga kalinya, seiring dengan kesimpulan sementara hasil swab pertama positif dan hasil swab kedua negatif.

Dijelaskan, Pengambilan swab pertama tanggal 15 April, lalu dikirim oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 16 April, dan diterima Litbangkes pada tanggal 17 April. Hasil diterima Dinkes Provinsi Sumatera Utara pada Minggu, 26 April positif ternfeksi Virus Corona.

Selanjutnya pengambilan swab kedua tanggal 18 April, dikirim Dinkes Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 19 April ke RS USU, hasil diterima Dinkes Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 21 April negatif.

Selain meminta adanya sinkronisasi hasil dari pusat dan RS USU Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tapanuli Utara sekaligus Bupati Tapanuli Utara itu meminta supaya pusat jangan terlalu lama memperoleh serta mengumumkan hasil.

“USU dan Pusat mesti sinkronisasi dulu, Pusat itu jangan kelamaan dapat hasil dan umumkan hasil,” tutup Nikson.

Editor: Rommy Pasaribu

Laporan: Paska Marbun

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed