oleh

Awalnya Satu Petugas Keamanan BPBD Sumut Covid-19, 13 Orang Kontak dan 2 Positif Hasil Swab

Rakyatsumut.com, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan membenarkan informasi seorang petugas keamanan di BPBD Sumatera Utara yang terkonfirmasi positif covid-19.

Hal ini diungkap Wikho dalam keterangan perkembangan penanganan Covid-19 di Media Centre Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro 30 Medan, Sabtu (25/4/2020).

“Kepada pasien telah dilakukan penanganan sesuai standar,” katanya.

Dia menuturkan, sebanyak 13 orang diduga kontak dengan pasien tersebut telah dilakukan pemeriksaan. Dari hasil rapid test, sebanyak 5 orang dinyatakan positif.

“Selanjutnya dilakukan tes PCR atau Swab, dan hasilnya didapatkan 2 orang positif. Sehingga dua orang tadi dikonfirmasi Covid-19 positif. Selanjutnya ditangani sebagai penderita Covid-19,” kata Whiko.

Sebelumnya, Whiko menuturkan, satu orang saja yang terkonfirmasi positif dan memiliki riwayat kontak erat dengan orang sekitar, maka hal itu bisa menimbulkan titik sebaran Covid-29 yang baru. Whiko menyebut itu sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, dari pantauan dan informasi diterima Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, sejumlah lokasi khususnya di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, terutama wilayah perbatasan, kondisi masyarakat di beberapa titik terlihat ramai dan terjadi konsentrasi keramaian saat sore hari hingga menjelang berbuka puasa.

BACA JUGA:

Selain keramaian, banyak di antaranya tidak menggunakan masker, melakukan transaksi jual beli dengan jumlah penumpukan massa hingga 10 sampai 15 orang untuk satu gerai atau lapak dagangan takjil.

Karena itu Whiko menyampaikan kembali, Covid-19 siap kapan saja dan menular kepada siapa saja yang potensial melalui saluran mata, hidung dan mulut, terutama yang tidak menjalankan upaya perlindungan sesuai protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak interaksi sekurangnya 2 meter, mencuci tangan dengan sabun serta menghindari keramaian atau berkerumun.

“Setiap ada orang baru yang tertular virus corona, maka wabah Covid-19 akan diperpanjang masa keberlangsungannya. Penderita baru Covid-19 akan menjadi sumber baru penularan bagi orang-orang di sekitarnya,” jelas Whiko.

Dia juga mengimbau umat Islam yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadan untuk tidak berlama-lama berkumpul di masjid atau musala. Jika ada kegiatan seperti i’tikaf atau tadarusan, maka diminta untuk menjaga jarak dua meter antara satu dengan yang lain. Namun anjuran tersebut untuk daerah yang masuk zona kuning atau hijau.

“Untuk yang zona merah, kita tetap imbau agar beribadah di rumah. Sehingga kita tetap dapat keberkahan Ramadhan dan terhindar dari virus corona,” sebutnya.

Editor: Ariandi

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed