oleh

Bulan Ramadhan, Sejumlah Harga Sembako di Sibolga Alami Penurunan

Rakyatsumut.com, Memasuki bulan Ramadhan 1441 Hijriyah, sejumlah harga sembako di kota Sibolga, Sumatera Utara mengalami penurunan.

Penurunan harga itu dihimpun Rakyatsumut.com dari para pemilik toko yang menjual sembako di di jalan SM Raja No. 81, kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan  Sibolga Kota, Sabtu (25/4/2020).

Misalnya Ana (56). Penurunan harga itu misalnya di komoditas minyak goring yang sebelumnya Rp10.300 per kilogram.

“Sudah mulai ada yang turun, seperti minyak kini sudah sepuluh ribu per kilo,” tutur Ana kepada Rakyatsumut.com, Sabtu (25/4/2020).

Tidak itu saja, harga gula pasir biasa berwarna kuning, yang sebelumnya naik di kisaran Rp19.000 per kilogram, saat ini menjadi Rp16.000 per kilogram.

“Untuk gula pasir kuning, sekarang turun jadi enam belas ribu, tapi tidak untuk yang warnah putih” imbuh Ana.

BACA JUGA:

Terpisah, pemilik toko Lina mengatakan, beras di tempatnya mengalami penurunan baik ukuran 5 kilogram, 10 kilogram dan 30 kilogram.

“Sekarang harga beras turun bang, selisih harganya mencapai lima sampai sepuluh ribu,” sebut Lina.

Pedagang lainnya di Pasar Nauli Sibolga, Ratna Manurung (41) mengatakan, hal serupa. Misalnya harga telor ayam ras, yang sebelumnya berkisar Rp400 ribu per petinya sekarang berkisar Rp300 ribu saja.

“Harga telur turun bang, kemarin empat ratus ribu sekarang udah tiga ratus ribu saja,” ungkap Ratna.

Selain itu, harga bawang putih juga kembali turun dengan harga berkisar Rp30 ribu per kilogram yang sebelumnya menyentuh harga Rp60 ribu per kilogram.

Meski, berbanding terbalik dengan harga  bawang merah. Komoditas ini mengalami kenaikan, dari harga 30 ribu sekarang menjadi 60 ribu per kilonya.

“Bawang putih turun,  tiga puluh ribu sekilo (satu kilogram), yang naik sekarang bawang merah, harganya enam puluh ribu se kilo (satu kilogram),” ujar Mutiara Dame Boru Sihombing (24), pedagang di jalan Patuan anggi.

Sementara itu Dame menambahkan, untuk harga cabe masih tetap normal yakni Rp20 ribu perkilogram.

“Turunnya sudah dari tiga hari yang lewat, karena barang sudah mulai banyak yang masuk,” tutur Dame.

Flukutasi harga kebutuhan pokok diperkirakan akan terus terjadi di tengah pandemi covid-19 yang masih berkepanjangan. Para pedagang berharap wabah Covid-19 ini cepat berlalu.

Editor: Damai Mendrofa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed